Saat sate KMS B di Padang digeledah saat terbukti menggunakan daging babi. (Foto : Ist)



Wisata Halal Sumbar Tercoreng Sate Babi di Padang

PADANG (SumbarFokus)

Temuan sate babi merek KMS B di kawasan Tugu Api, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) membuat geram banyak pihak. Apalagi, daging haram dikonsumsi oleh umat Islam itu dijual di tempat umum yang nyaris pembelinya adalah umat muslim.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit juga mengaku geram oleh ulah pedagang nakal itu.

Apalagi terang Nasrul, dalam beberapa tahun terakhir, Sumbar terus bersolek menjadi daerah wisata halal.

Iklan Dalam Berita

Secara tidak langsung kata dia, peristiwa yang viral dan menggemparkan ini mencoreng wisata halal di Ranah Minang.

"Sumbar tengah memasyarakatkan wisata halal. Jadi ini tentu akan berdampak buruk," katanya.

Menurutnya orang Minangkabau atau Sumbar identik Islam dan memegang erat falsafah adat basandi syara', syara' basandi kitabullah (ABS-SBK). Dengan begitu dipastikan tidak mungkin mengkonsumsi daging babi.

"Janganlah demi mencari keuntungan tapi merugikan orang lain. Tanpa memikirkan aqidah. Ini sangat merugikan orang lain," terang Nasrul di Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (30/1/2019).

Atas insiden memalukan itu, Nasrul meminta seluruh pedagang sate ataupun kuliner lainnya bertanggungjawab atas apa yang diperjualbelikan. Dengan kata lain, tidak menjual yang tidak halal di tengah-tengah lingkungan mayoritas muslim.

"Tolonglah berdagang itu bertanggungjawab. Tolong yang tidak halal tidak dijual. Jangan ambil keuntungan dengan merugikan orang lain," katanya.

 

Sebelumnya tim gabungan menggeledah sate gerobak merek KMS di kawasan Tugu Api, Simpang Haru yang diduga menjual sate berbahan babi tanpa label.

Penggeladahan yang dilakukan sekira jam 19.00 WIB, Selasa (29/1/2019) itu dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai BPOM dan Satpol PP Padang.

Kabid Pemberdayaan Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Padang Novita Latima mengatakan, informasi penggunaan daging babi oleh sate KMS di Simpang Haru ini berawal dari laporan masyarakat. Lalu pihaknya mengecek kebenaran tersebut.

"Petugas membeli sampel daging sate untuk pengecekan labor. Petugas mengirim sampel itu ke Balai BPOM Padang selanjutnya merujuk ke Balai BPOM Aceh," katanya.

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan terbukti jika daging sate KMS ini positif mengandung daging babi yang jelas-jelas haram dikonsumsi umat Islam. Apalagi, pedagang berjualan di tempat mayoritas pembelinya beragama Islam.

"Pedagang tidak mencantumkan bahwa yang dijualnya daging babi. Untuk tindaklanjutnya akan dilakukan tim dari Dinas Perdagangan," katanya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *