Bupati Solsel Muzni Zakaria (tengah), Mantan Dubes RI untuk Unesco Prof Bambang Hari Wibisono (2 dari kanan) dan pengurus BPPI, foto bersama seusai menjadi narasumber pada Temu Pusaka Indonesia 2018 di Kota Tua Semarang, Sabtu (22/9/2018). (Foto : Humas)


Pariwisata

Upaya Pemkab Solsel Melestarikan Budaya Mendapat Dukungan

PADANG ARO (SumbarFokus)

Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Lembaga PBB, UNESCO, di Paris, Perancis Prof Bambang Hari Wibisono mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar), dalam usaha pelestarian budaya.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Solok Selatan, Firdaus Firman di Padang Aro, Senin (24/9/2018) mengatakan, apresiasi itu disampaikan Prof Bambang saat menjadi nara sumber bersama Muzni Zakaria pada salah satu kegiatan yang diselenggarakan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) di Kota Tua Semarang pada 20 - 23 September 2018.

"Kami melihat adanya semangat pelestarian dari pemerintah daerah, sehingga menjadi hal yang penting dalam sebuah komitmen untuk mendukung pelestarian pusaka di kawasan Saribu Rumah Gadang khususnya dan Indonesia umumnya," kata Firdaus Firman menirukan ucapan Prof. Bambang.

Iklan Dalam Berita

Selama ini kata dia menambahkan, upaya pelestarian pusaka melalui revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga mendapat dukungan BPPI.

“BPPI telah menyatakan mendukung usaha-usaha pelestarian pusaka melalui revitalisasi kawasan Saribu Rumah Gadang, dan akan ikut mempromosikannya menjadi bagian dari World Heritage UNESCO,” kata Firdaus Firman.

Ia mengatakan, dukungan BPPI dalam pelestarian kawasan Saribu Rumah Gadang itu juga disampaikan langsung oleh ketuanya Catrini Kubontubuh pada temu wicara pelestarian pusaka dalam kegiatan Temu Pusaka Indonesia (TPI) yang diadakan BPPI di Semarang.

Saat itu kata dia, pihak BPPI meminta pemerintah daerah menyiapkan dokumen-dokumen pendukung dan mereka juga menawarkan untuk melakukan pelatihan pusaka di Solok Selatan akhir tahun ini dengan tujuan memberikan pemahaman bagaimana pentingnya pelestarian pusaka.
“Saat itu Ketua BPPI mengingatkan bahwa proyek revitalisasi rumah gadang tidak bisa diselesaikan dalam satu atau dua tahun saja, tetapi membutuhkan jangka waktu yang lama hingga puluhan tahun. Sebab revitalisasi tidak hanya berbicara mengenai struktur fisik bangunan semata, tetapi juga menyangkut aspek-aspek lainya, seperti sosial, budaya, yang membutuhkan waktu yang cukup panjang," kata dia.

Langkah itu kata dia, bertujuan agar wisatawan menjadi nyaman berkunjung ke Saribu Rumah Gadang khususnya dan Solok Selatan umumnya.

Dijelaskannya, pada temu wicara tersebut, Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria bersama Mantan Duta Besar Indonesia untuk Unesco Prof. Bambang Hari Wibisono, menjadi narasumber sekaligus berdiskusi bersama pegiat pusaka dan arsitek yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saat itu berbagai masukan diterima oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan untuk kemajuan pariwisata, terutama kawasan Saribu Rumah Gadang,” katanya.

Ia menyebutkan, selain menyosialisasikan Kabupaten Solok Selatan dengan saribu rumah gadangnya melalui video singkat 10 menit, bupati juga melakukan talk show di hadapan para pemerhati budaya dan juga arsitek dari berbagai daerah se-Indonesia.

Talk Show itu kata dia, dimoderatori oleh Ketua Panitia TPI Agus Marsudi, seorang arsitek yang juga suami dari Menteri Luar Negri Retno Marsudi. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *