Kepala BNPB Letjen Doni Monardo saat menyerahkan bantuan kepada Bupati Mentawai Yudas Sibaggalet, Kamis (7/2/2019). (Ist)



Sumbar Terancam Megathrust Mentawai, BNPB akan Gencarkan Pelatihan Mitigasi Bencana

TUA PEJAT (SumbarFokus)

Berdasarkan hasil kajian beberapa pakar bencana, Sumatera Barat (Sumbar) terancam gempa berkekuatan 8,8 skala richter (SR), yang dikenal dengan potensi Megathrust Mentawai. Gempa Megathrust Mentawai diprediksi akan terjadi dalam rentang tahun ini hingga beberapa tahun ke depan.

Atas kekhawatiran hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo, menyatakan akan melakukan berbagai upaya dalam penanggulangan risiko bencana di daerah Sumbar. Salah satunya dengan cara meningkatkan eksistensi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), baik dalam pelatihan, teknik dan praktik di lapangan agar tahu kondisi yang akan terjadi.

"Dalam waktu yang tidak terlalu lama BNPB akan melakukan program pelatihan mitigasi bagi anggota Tim Rekasi Cepat Kelompok Siaga Bencana (TRC-KSB), di setiap BPBD bagi daerah pesisir pantai," kata Doni, Kamis (7/2/2019) di Mentawai.

Iklan Dalam Berita

Adapun BPBD daerah pesisir pantai yang dimaksud Doni adalah BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai.

BACA JUGA Kepala Daerah Diingatkan BNPB Tetapkan Standar Bangunan Rumah

Pelatihan ini, disebutkan,  nantinya akan dilakukan secara berkala dan bergantian di setiap daerah pesisir pantai Sumbar. Tujuannya, agar setiap BPBD yang ada siap menghadapi risiko penanggulangan bencana ke depannya.

"Dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana di Mentawai, kita juga akan membantu menyelesaikan pembangunan Pusdalop Kabupaten Mentawai pada anggaran tahun 2019," ungkap pria berdarah Minang itu.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyampaikan, pemerintah provinsi Sumbar sangat mengapresiasi wacana BNPB dalam menghadapi Megathrust Mentawai ini. Ia berharap prediksi pakar bencana terkait adanya gempa 8,8 SR tidak terbukti di Sumbar.

Meskipun begitu, baginya pelatihan TRC-KSB ini sangat perlu dilakukan karena Sumbar merupakan wilayah yang sangat rawan terhadap bencana, bukan hanya gempa tapi juga juga ada banjir, longsor, gunung berapi, kebakaran, dan lainnya yang perlu penanganan cepat.

BACA JUGA Kepala BNPB: Sumbar di Atas Patahan Lempeng dan Cincin Api

"Kita sepertinya memang harua bersahabat dengan bencana, agar tahu risiko bencana yang harus disiapkan. Mari sama-sama jaga alam, agar alam menjaga kita," ujar mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode ini.

Pada kesempatan itu, BNBP juga menyerahkan bantuan secara simbolis satu unit komunikasi satelit mobile untuk Lamtamal II Padang, satu unit alat komunikasi satelit statis, sepuluh telepon satelit untuk masing-masing kecamatan, lima unit tenda, liam unit flexibel tank berkapasitas 5.000 liter, 500 paket makanan siap saji, 5.000 helai selimut, dan 5.000 matras untuk Pemkab Kepulauan Mentawai.

Turut hadir dalam kesempatan itu, Danlantamal Padang, Danrem Wirabraja, Kepala BMKG, Bupati dan Wakil Bupati Mentawai, beberapa pejabat eselon I dan II di lingkungan BNPB, Kepala BPBD Sumbar, OPD di lingkungan Pemkab Kepulauan Mentawai. (005)

 

#PemkabMentawai #Gempa #MegathrustMentawai #BPBD Mentawai #BNPB #NasrulAbit

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *