Wadir Ditresnarkoba Polda Sumbar AKBP Rudy Yulianto didampingi Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Syamsi menunjukkan barang bukti yang disita dari pengedar narkoba, eks TNI AD usai koferensi pers di Padang, Senin (11/2/2019). (Foto: Wahyu)


Hukum

Setelah Pedagang Sapi, Giliran Eks TNI Dibekuk Satditresnarkoba Polda Sumbar

PADANG (SumbarFokus)

Jajaran Satuan Direktorat Reserse Narkoba (Satditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar), berhasil membekuk eks TNI AD, bandar narkoba jenis sabu-sabu di Perumahan Bhayangkara Bukit Asri Kabupaten Limapuluh Kota.

Saat melakukan penangkapan Jumat, 6 Februari 2019 itu, polisi berhasil mengamankan tersangka 'DS' dalam sebuah rumah yang dikontrak tersangka, yang beralamat di Perumahan Bhayangkara Bukit Asri Nomor D15 Jorong Sari Lamak Kenagarian Sari Lamak Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota.

"Tersangka 'DS' ini berasal dari Jalan Setangkai RT 002/RW 002 Kelurahan Kubu Gadang Kecamatan Payakumbuh Barat. Ditangkap di Limapuluh Kota sekitar pukul 11.00 WIB," ungkap Wakil Direktur Ditresnarkoba Polda Sumbar, AKBP Rudy Yulianto SIK, MH di Padang, Senin (11/2/2019).

Iklan Dalam Berita

Dalam pemaparannya, Rudy mengatakan bahwa penangkapan 'DS' dilakukan usai melakukan pengembangan penyelidikan dari seorang pengedar sabu-sabu berinisial 'NH', yang berhasil dibekuk Satditresnarkoba yang tidak jauh dari daerah penangkapan.

BACA JUGA Edar Narkoba, Pedagang Sapi di 50 Kota Diringkus Polisi

"Tersangka 'DS' ini residivis, sebab sebelumnya dikeluarkan sebagai anggota TNI AD secara tidak hormat tahun 2016 lalu, atas kasus yang sama dengan empat tahun kurungan," terang Rudy.

Rudy menerangkan, usai pembekukan tersangka, pertugas berhasil mengamankan barang bukti 219,91 gram sabu-sabu, satu unit timbangan digital hitam merk camry, satu buah holstrer berbahan kanvas warna hitam, dua unit handphone OPPO F9 warna unggu, dan nokia 105 warna hitam.

“Anggota kami juga berhasil menyita satu pucuk senjata api rakitan jenis pistol, sembilan butir amunisi. Jadi, cukup berbahaya membekuk ‘DS’ ini karena memiliki senjata api yang dibelinya seharga Rp2 juta,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka ‘DS’ dijerat dengan pasal 114 ayat (1 dan 2) subs pasal 112 ayat (1 dan 2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman pidana penjara lima hingga 20 tahun, serta dikenai denda Rp800 juta hingga Rp8 miliar.

"Jadi, sebagai pemberatannya tersangka ‘DS’ diancam dengan hukuman paling singkat enam tahun penjara, dan paling lama seumur hidup atau hukuman mati," pungkas Rudy. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *