Wakil Gubernur Sumbar Nasrul saat meninjau kondisi di Tua Pejat, Mentawai, Kamis (7/2/2019) kemarin. (Ist)


Ekonomi

Percepatan Pembangunan, Mentawai Butuh Akses Transportasi

TUA PEJAT (SumbarFokus)

Kabupaten Kepulauan Mentawai masih ditetapkan salah satu daerah tertinggal di Sumatera Barat (Sumbar), meskipun memiliki potensi kepulauan wisata bahari yang hebat, ombak untuk surfing, potensi perikanan, dan beragam pulau-pulau yang indah.

Untuk mengupayakan Kepulauan Mentawai lepas dari ketertinggalan, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menyatakan pihaknya sedang berusaha percepatan pembangunan di daerah tersebut, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan pelabuhan untuk daratan, serta menggeliatkan sektor pariwisata.

"Kendala selama ini terkait akses, padahal transportasi jalan sangat membantu memberikan pelayanan dan percepatan pembangunan Mentawai," ujar Nasrul saat ditemui SumbarFokus di Tua Pejat, Kamis (7/2/2019).

Iklan Dalam Berita

Percepatan pembangunan di Mentawai dimulai dari infrastruktur telekomunikasi. Alasannya selama ini masih sulit kegiatan komunikasi antar pulau sehingga banyak daerah yang belum terkoneksi jaringan. Padahal, dalam percepatan pembangunan daerah cenderung didukung oleh kelengkapan sarana dan prasarana komunikasi.

"Pelaksanaan pembangunan pelayanan dasar sangat penting, seperti pengadaan air bersih, penerangan listrik, perumahan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan," sebutnya.

Dalam pemaparannya, Nasrul juga menyatakan saat ini telah ada konsep pembangunan jalan transmentawai, yang sudah berjalan bertahap sepanjang 63 kilometer dari 393 kilometer yang direncanakan. Di Siberut juga direncanakan pembangunan lintas barat sejauh 183 kilometer, yang nanti bertumpu pada Pelabuhan Labuah Bajau.

Selain itu, akses pelabuhan dengan Nias dibuka, bertujuan mendekatkan akses translaut dengan pelabuhan Teluk Bayur di Kota Padang. Kemudian, di Siberut juga direncanakan membangun pelabuhan transportasi udara, dengan tujuan mendukung kemajuan pariwisata kepalauan pada lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) daerah setempat.

Apabila pembangun infrastruktur ini selesai, Wagub yakin Kabupaten Kepulauan Mentawai bisa keluar dari status daerah tertinggal. Infrastruktur memadai juga akan lebih memudahkan akses antarpulau, membuat ekonomi masyarakat cepat bangkit, dan menjadikan penanggulangan risiko bencana lebih mudah.

"Setelah itu kita bicara pengembangan ekonomi kegiatan masyarakat, seperti sapi, di segi pertenakan, atau pertanian, perkebunan boleh pisang, sagu dan keladi, yang dapat diproduksi masyarakat sebagai kebutuhan dan pendukung kepariwisataan," sebut Nasrul.

Sementara, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet membenarkan bahwa pihaknya sangat membutuhkan berbagai akses untuk pembangunan. Ia juga mengakui, pembangunan di kepulauan Mentawai mulai memperlihatkan kemajuan di beberapa sektor. Bahkan, arah pembangunan Mentawai sudah semakin jelas untuk keluar dari daerah tertinggal.

"Terima kasih atas apresiasi dan perhatian Pemrov Sumbar untuk pembangunan Mentawai selama ini, agar bisa mengejar kesejajaran dengan kabupaten lainnya di Sumbar," kata Yudas di hadapan Wagub Sumbar, Forkompinda, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat saat itu. (005)

 

#Mentawai #Sumbar #NasrulAbit #PembangunanMentawai #TuaPejat

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *