Irwan Prayitno saat menerima cinderamata sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Adzika Sumbar usai acara wisuda ke IX, di Hotel Pangeran Beach Padang, Selasa (31/7/2018). (Foto:Wahyu)


Pendidikan

Modal Mendirikan Yayasan Adzkia Hanya Rp15 Ribu

PADANG (SumbarFokus)

Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Adzkia Sumatera Barat (Sumbar), sudah memasuki usia yang ke-9 tahun. Perguruan tinggi ini pun sudah memiliki 539 alumni yang tersebar di berbagai instansi pemerintah maupun swasta.

Namun siapa sangka, yayasan perguruan tinggi di bawah binaan lembaga pendidikan Islam Adzkia, yang berkantor pusat di Jalan Taratak Paneh No 7, Kuranji, Kota Padang itu didirikan bermodalkan Rp15 ribu saja.

Berdirinya Adzkia berawal dari bimbingan belajar Adzkia tahun 1987 yang berpusat di Lolong Padang yang didirikan oleh Prof. Dr. Irwan Prayitno, Dr. Syukri Arief, M. Eng, Mahyeldi Ansharullah, SP dan kawan-kawan.

Iklan Dalam Berita

Menurut Prof. Dr. Irwan Prayitno, setelah dia lulus dari Fakultas Psikologi UI tahun 1988, ia dapat tawaran kerja di PT Semen Padang.

“Namun taaran itu saya tolak. Saat itu saya memilih membuka Yayasan Adzkia dengan modal Rp15 ribu,” tutur Irwan di hadapan ratusan pasang mata dalam acara Wisuda Sarjana dan Tasyakutan Angkatan IX STKIP Adzkia Sumbar, di Hotel Pangeran Beach Padang, Selasa (31/7/2018).

Irwan yang kini sebagai Gubernur Sumbar itu meneruskan, berdirinya STKIP Adzkia sekarang ini berawal dari bimbingan belajar dengan modal pas-pasan.

Ia mengaku mengambil langkah yang cukup nekad dan jiwa berani dengan menawarkan brosur ke sekolah-sekolah.

Demi menjalankan misinya tersebut, Irwan mengajak teman-temannya bekerjasama. Semangat kebersamaan itu, akhirnya mendorong membangun lembaga pendidikan Adzkia. Ia menentukan pilihan ini untuk tujuan besar, bukan hanya mencerdaskan generasi bangsa, tapi juga sebagai wadah dakwah dan sosial.

“Dengan modal Rp15 ribu untuk mencetak brosur satu rim, kemudian ditawarkan ke gerbang sekolah-sekolah di Padang untuk bimbel, dengan biaya pendaftaran Rp25 ribu. Uang itulah untuk mencetak paket dan kurikulum,” kata Irwan Parayitno di hadapan 66 wisudawan saat itu.

Irwan menceritakan, awalnya ia menyewa gedung PGAI dengan syarat uang sewa dibayar bulan berikutnya. Kemudian ia membuka empat jurusan, dengan mengajak tiga orang temannya lulusan IPB, UGM, Unand, sebagai tenaga pengajar, salah satunya Prof Syukri Arief.

“Perlahan-lahan bimbelnya berkembang, salah seorang pegawai saya yang pertama ialah pak Mahyeldi,” sebutnya.

Kemudian secara perlahan tapi pasti, Yayasan Pendidikan Islam Adzkia tumbuh di Kota Padang. Mulai dari TKIT, SDIT, SMPIT, SMAIT, dan SMK hingga perguruan tinggi STKIP Adzkia Sumbar. Saat ini TK Adzkia sudah menjadi delapan cabang di Padang, Bukittinggi, dan Payakumbuh.

“Dari modal Rp15 ribu, kini aset Yayasan Pendidikan Adzkia Sumbar sudah puluhan miliar,” kata pendiri Yayasan Pendidikan Adzkia Sumbar ini.

Ia berharap, lulusan Adzkia sebagai sarjana tidak hanya mengejar PNS, atau fokus mencari kerja, namun harus mampu membuka lapangan kerja. Menurutnya sarjana itu merupakan ukuran sukses dan harapan. Baginya wisuda bukanlah akhir, namun merupakan babak perjuangan baru di dunia nyata.

“Pendidikan di Adzkia ini seimbang dunia dan akhirat, berkarakter dan berkualitas. Jadi lulusannya juga siap mengabdi, siap bersaing, dan siap pakai. Mereka dari TK sudah terbiasa membaca Al-Quran,” tutur Irwan Prayitno.

Sementara Ketua STKIP Adzkia, Muhammad Anwar menambahkan, pihaknya akan menghasilkan lulusan yang berbeda. Selain untuk capaian akademik, juga mengembangkan karakter lulusan, salah satunya uji publik hafalan Quran.

Kemudian, lulusan STKIP Adzkia Sumbar juga harus siap menghadapi industri 4.0 agar mampu bersaing secara global. Salah satunya, harus kompeten terhadap Iptek dengan pembelajaran berbasis IT.

“Kami menawarkan beasiswa bagi mahasiswa STKIP Adzkia, apalagi bagi lulusan terbaik dan berprestasi akan kami carikan pekerjaan, bahkan lanjut studi. Selain itu, STKIP Adzkia satu-satunya perguruan tinggi wisudanya dengan uji halafan Quran,” jelasnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      padangsumbar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *