Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet usai Rakor Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (6/2/2019). (Foto: Wahyu)


Nasional

Megathrust Mengancam, Ada 10 Desa Paling Rawan di Mentawai

PADANG (SumbarFokus)  

Ada beberapa desa di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), yang dinilai perlu mendapat perhatian khusus terkait potensi ancaman Megathrust. Setidaknya, 26 dari 53 desa di Mentawai perlu perhatian.

"Namun, yang masih termonitor paling rawan hanya 10 desa, yang berada di Kecamatan Siberut Utara dan Siberut Barat," ungkap Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, usai menghadiri Rakor Mitigasi dan Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami bersama Kepala BNPB, Kepala BMKG dan Gubernur di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (6/2/2019).

BACA JUGA Kepala BNPB: Sumbar di Atas Patahan Lempeng dan Cincin Api

Iklan Dalam Berita

Dalam kesempatan rapat tersebut, Yudas juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut karena pemerintah terus mencari solusi terbaik. Megathrust Mentawai sendiri, diyakini pakar gempa telah berada di periode pelepasan. Namun, masyarakat Sumbar, terutama warga Kepulauan Mentawai diminta tidak panik memikirkan potensi bencana tersebut.

Dikatakan Yudas, saat ini pihaknya sedang menyusun upaya untuk menimalisir korban jika memang terjadi pelepasan energi Megathrust Mentawai yang diprediksikan ahli berkekuatan 8,8 Skala Richter (SR).

Pihaknya menata pemukiman warga yang berada di tempat yang cenderung tinggi, misalnya di kaki bukit. "Rata-rata sudah ditata. Kalau terjadi apa-apa, langsung ke atas bukit. Ini kearifan lokal, dan masyarakat Mentawai sudah sangat sensitif soal ini," ujar Yudas.

BACA JUGA Kepala Daerah Diingatkan BNPB Tetapkan Standar Bangunan Rumah

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, hasil pemantauan dan BMKG, terdapat delapan zona kegempaan di Indonesia yang patut diwaspadai, dan salah satunya adalah Kepulauan Mentawai.

Berdasarkan pemaparan Kepala BMKG ini, Mentawai berada di posisi pertama yang harus diwaspadai. Hal ini mengacu pada analisis yang dilakukan para peneliti kegempaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dwikorita juga mengatakan bahwa zona di Kepulauan Mentawai menjadi fokus prioritas BMKG meski ada zona lain di Sulawesi. Disebutkan juga, sebagian energi zona di Sulawesi sudah lepas dan mungkin hanya berjaga-jaga di sekitar kurang lebih 50 tahun yang akan datang. (005)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *