Press release kasus pencurian oleh Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso, pada hari Rabu (30/01/2019). (Foto : Ist)


Hukum

Hanya Beberapa Hari, Komplotan Perampok Pasbar Ditangkap di Dua Tempat Berbeda

PASAMAN BARAT (SumbarFokus)

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort (Polres) Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat (Sumbar), menangkap anggota komplotan pelaku perampokan dan pencurian dengan kekerasan yang beraksi di tiga tempat berbeda pada tanggal 11, 17 dan 24 Januari 2019.

Pada salah satu lokasi di jalur 32 Pasman Baru komplotan ini sempat melakukan penyekapan dan melukai korbannya.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Iman Pribadi Santoso dalam pers releasenya, Rabu (30/1/2019) memaparkan, tiga dari lima pelaku ditangkap pada Senin (28/1/2019).

Iklan Dalam Berita

“Ketiga pelaku ditangkap di dua tempat berbeda, dua pelaku berisial A dan E ditangkap di Kota Solok," kata dia.

Sementara satu tersangka lagi yang masih berstatus sebagai pelajar di salah satu Madrasyah Aliah Negeri ditangkap di daerah Kajai Pasaman Barat.

Dikatakan, kedua pelaku yang ditangkap di Kota Solok terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri saat ditangkap.

Dari tangan tersangka kata dia, polisi menemukan barang bukti berupa lima unit motor berbagai tipe, satu buah tas, martil, linggis, kuku kambing, brankas dalam keadaan rusak, dan uang hasil kejahatan dengan jumlah lebih kurang Rp 3.100.000.

“Polisi masih melakukan pengembangan kasus dan pengejaran terhadap dua tersangka yang masih buron," ungkapnya.

Sebelumnya komplotan ini mencuri sepada motor di daerah Kajai pada tanggal 11 Januari 2019 yang dilakukan tersangka A dan E.

Kemudian aksi kedua mereka lakukan pada 17 Januari 2019 dengan melakukan pencurian dengan kekerasan dan melukai korbannya di Jalur 32, yang dilakukan tersangka E, A, P, dan G. Dan aksi terakhir mereka adalah mencuri brangkas berisikan uang sekitar Rp89 juta milik salah satu perusahaan di Pasaman Barat pada 24 Januari 2019.

Akibat dari perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat 1 dan 2 jo Pasal 363 ke 3e, 4e dan 5e KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

AKBP Iman Pribadi Santoso mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan serta melaporkan jika mengetahui atau menyaksikan tindakan kejahatan di lingkungan mereka.

"Kita berharap masyarakat mau kembali mengaktifkan kegiatan ronda dan poskamling untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal mereka" ujarnya. (012)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *