Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno membuka acara bedah buku saat peringatan Tritura dan Angkatan 66 ke-53 Tahun 2019 di Padang. (Ist)



Gubernur Sumbar Meyakini Komunis Tak akan Berkembang di Indonesia

PADANG  (SumbarFokus) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno menegaskan bahwa ideologi komunis tidak akan berkembang di Indonesia, sebab sejarah telah membuktikan.

Ia mengatakan, jika ada mahasiswa yang melakukan perbuatan dan berprilaku paham komunis jelas ini akan ditentang dan dilawan oleh rakyat Indonesia.

"Indonesia telah menetapkan idelogi negara adalah Pancasila. Pemuda tentu menjadi pelanjut pelopor mempertahankan ideologi pancasila dimanapun berada pada setiap masa," kata Irwan kepada SumbarFokus ketika menjadi Keynot Speaker dalam acara Bedah Buku Pelaku dan Saksi Sejarah Angkatan 66 Sumbar bertutur tentang Tritura dalam rangka Peringatan Tritura dan Angkatan 66 ke-53 tahun 2019 di Padang.

Ia menjelaskan, Tritura yang diperingati setiap tanggal 10 Januari, merupakan peristiwa dan aksi dan perjuangan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI) kepada pemerintah pada tahun 1965 yang mengusung Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura), bubarkan PKI beserta ormas – ormasnya, perombakan kembali kabinet Dwikora dan menurunkan harga sembako yang pada saat itu Indonesia mengalami kesulitan, baik dari segi ekonomi maupun politik.

Iklan Dalam Berita

"Semangat Tritura merupakan sebuah gerakan pemuda menyadarkan bangsa untuk menjaga ideologi Pancasila dan UUD 1945, dalam konteks yang benar dan pemuda harus menjadi pelopor dalam menegakkan dan mempertahankan nilai-nilai sejati kebangsaan," ungkapnya.

Irwan menyebutkan, Tritura merupakan tanggung jawab pemuda terhadap bangsa dan negara yang harus dipertahankan dan menjadi penyemangat bagi pemuda. Pemuda adalah harapan bangsa yang bisa merubah ke arah yang lebih baik.

"Semangat Tritura ini menjadi pemahaman bagi mahasiswa sebagai harapan suatu bangsa untuk merubah ke arah lebih baik, sehingga diharapkan mereka dapat menjadi jembatan antara rakyat dengan pemerintah," ungkap Irwan.

Ketua umum Laskar Ampera Arief Rahman Hakim Sumbar, H. Bahtiar Kahar dalam sambutanya menyampaikan, lahirnya Tritura tidak lepas dari perjuangannya membubarkan G30S/PKI  tahun 1965 yang membangkitkan gelora dan semangat pemuda untuk tetap memperjuangkan idiologi negara Indonesia.

"Pelaku dan saksi sejarah angkatan 66 Sumbar bertutur tentang Tritura dan peresmian musium angkatan 66 Sumbar di Bukittinggi menjadi tempat bersejarah bagi kita, untuk kami menerbitkan sebuah buku yang bertutur tentang Tritura," kata Bakhtiar.

Hadir dalam peringatan hari Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura) angkatan 66 ke – 53 Tahun 2019 Tingkat Provinsi Sumbar ini Kepala Kesbangpol Naswir, Forkopimda Sumbar, para pejuang angkatan 66, organisasi kepemudaan dengan jumlah sekitar 300 orang. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *