Seorang penjual Bendera Merah Putih, Zulkarnaen (66) sedang menjahit bendera di kawasan Taman Imam Bonjol Padang, Kamis (16/17/2018). (Foto: Wahyu)



Zulkarnaen Menggantungkan Asa pada Bendera

PADANG (SumbarFokus)

Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia telah dilangsungkan pada 17 Agustus 2018 kemarin. Salah seorang warga Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Zulkarnaen (66) mengaku HUT RI tahun ini membawa berkah baginya.

Zulkarnaen adalah salah seorang dari puluhan warga Kota Padang yang mengais rezeki dengan berjualan souvenir HUT RI di tempat strategis di kota ini.

Ia pun lebih kreatif jika dibanding pedagang bendera dan marawa yang banyak bermunculan menjelang HUT RI ke-73 di kota ini.


Pria tua yang menggelar dagangannya dari jam 08-00 WIB hingga 18.00 WIB, di sekitar Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Imam Bonjol Kota Padang ini, langsung membawa mesin jahit ke tempat dia jualan.

Sembari menunggu datangnya pembeli, Zulkarnaen pun mengisi waktunya dengan menjahit bendera merah putih berbagai ukuran, mulai dari bendera berukuran kecil, bendera ukuran 60X90, ukuran 80X120 dan ukuran besar 120X180 dijahitnya di RTH Imam Bonjol itu.

Ia mengatakan, karena bendera itu langsung dijahitnya sendiri, makanya dia bisa menjual sedikit lebih murah dari pedagang lainnya.

“Harga jual bendera saya bermacam-macam, mulai dari 5.000 rupiah hingga 30 ribu rupiah per meter, tergantung bentuk serta bahannya,” jelas Zulkarnaen, Sabtu (18/8/2018).

Zulkarnaen bersyukur, menjelang HUT RI tahun ini, ia mengaku bisa meraup keuntungan paling sedikit 200 ribu rupiah perhari.

Lain pula dengan Alimazboy (43), pria yang mengaku sengaja datang dari Kota Pekanbaru, Riau ini mengaku sengaja datang ke Kota Padang hanya untuk berjualan bendera merah putih.

Kita Peduli!

Pria yang mulai berjualan sejak 25 Juli 2018 lalu ini mengaku dengan menjual Bendera Merah Putih ini bisa meraup omset hingga Rp40 juta lebih. Bahkan katanya, ia juga pernah memberikan bendera gratis bagi yang tidak mampu membellinya.

Menurutnya, penjualannya tahun ini meningkat 50 persen dibanding tahun lalu. Salah satu penyebabnya, katanya karena di Sumbar ada imbauan dari gubernur dan walikota untuk memasang bendera di depan rumah, instansi, atau lembaga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Walikota Padang, Mahyeldi atas imbauannya, sehingga dagangan kami laku terjual,” katanya bangga.

Ia memaparkan, tahun lalu Bendera Merah Putih ini lebih banyak dibeli masyarakat pada hari H-2 sebelum pelaksanaan upacara. Namun di tahun 2018 ini banyak dibeli awal-awal bulan Agustus. Salah satunya faktor menurutnya karena ada imbauan dari pemerintah daerah tersebut. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      padangsumbar