Ilustrasi anak yang sedang menderita DBD. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Warga Pasaman Resah Kasus DBD

PASAMAN (SumbarFokus).

Warga Pasaman resah dengan mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tengah merambah ke beberapa Kecamatan di Pasaman. Keresahan ini membuat masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman, melalui dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, untuk meninjau langsung daerah-daerah yang terkena kasus DBD dan melalukan fogging (pengasapan).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pasaman Arma Putra menyebutkan, Dinas Kesehatan telah bertindak cepat melakukan fogging di beberapa  titik lokasi di Kecamatan Lubuk Sikaping, baru-baru ini.

Disebutkan, sebanyak 61 kasus penyakit DBD dilaporkan.


"Penderita sedang menjalani perawatan di RSUD Lubuk Sikaping," ujar Arma.

Selain melakukan fogging, Dinas Kesehatan juga melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) guna mencari tempat dan sumber perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti, yang merupakan penyebab dari kasus DBD di sekitar lingkungan tempat tinggal korban.

Disebutkan Arma, fogging hanyalah bersifat sementara, bukan pencegahan jangka panjang.

"Sebenarnya yang  lebih efektif adalah harus pengendalian lingkungan seperti menggiatkan pembemberantasan sarang nyamuk (PSN), nembersihkan,  menguras, dan mengumpulkan (3M) secara rutin," Ucap Arma Putra.

Dikemukakan, tahun kemarin, terjadi 29 kasus DBD di Pasaman. Sedangkan tahun ini, dijumpai 61 kasus DBD telah terjadi.

"Sebarannya adalah di Kecamatan Panti, Padang Gelugur, Rao Selatan, Lubuksikaping, Bonjol, dan Kecamatan Dua Koto," ungkap Arma.

Penderita kasus DBD pada umumnya anak-anak, usia 7-15 tahun.

Sedangkan jam datangnya nyamuk Aedes Degypti itu biasanya pada jam 7-9 pagi, dan jam 4-6 sore," terang Arma.

Arma mengatakan, Pemkab Pasaman, melalui Dinas Kesehatan, bekerja sama dengan lintas sektor, Nagari, Jorong dan masyarakat, memberi imbauan kepada masyarakat  lebih meningkatkan kesadaran soal kebersihan lingkungan.

Meskipun kasus DBD merupakan satu hal tersendiri yang membutuhan perhatian, namun, disampaikan, anggaran untuk pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Pasaman, khususnya DBD sangat minim, yaitu hanya Rp20 juta per tahun.

"Ini sudah termasuk untuk pembelian alat fogging dan seruni (red-insektisida). Walaupun demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman akan selalu bertindak cepat kalau ada kasus demam berdarah ini," pungkasnya. (014)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      kesehatanpasaman