Petani sawit di Gadiah Angiak, Agam, berkesulitan untuk mengantarkan hasil panen mereka karena tidak ada jembatan sebagai akses yang memadai di daerah tersebut. (Foto:Ist.)


Ekonomi

Warga Gadiah Angik di Agam Butuh Infrastruktur Jembatan

LUBUKBASUNG (SumbarFokus)

Warga Gadiah Angiak, Jorong Masang Timur, Nagari Tiku Lima Jorong, Kecamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, membutuhkan jembatan permanen yang bisa jadi penghubung antara daerah mereka dengan Kecamatan Lubukbasung.

Ini diungkapkan warga terkait saat dilakukannya reses oleh anggota Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Agam, Marga Indra Putra, ke lokasi yang merupakan bagian dari Daerah Pemilihan (Dapil)-nya.

Diketahui, hanya ada jembatann gantung yang bisa digunakan oleh warga sebagai akses mereka ke Kecamatan Lubuk Basung. Sedangkan, jembatan gantung ini hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua dan keadaannya sudah sangat tidak layak.
“Jembatan permanen itu nantinya bisa memudahkan petanin juga untuk membawa hasil tandan buah segar ke perusahaan yang menginginkan, seperti PT PPR, PT AMP Plantation, dan lainnya,” terang salah seorang warga, Sakludin (55).


Menanggapi harapan warga, Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra menambahkan jalan sepanjang satu kilometer akan diaspal hotmik tahun ini dengan dana Rp1,8 miliar.
"Tender sudah selesai, tinggal pelaksanaan dalam waktu dekat," katanya.
Sementara, untuk pembangunan jembatan, akan diusulkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam tahun ini.

Kebutuhan warga seperti ini, disebutkan Marga, merupakan satu hal yang patut diperjuangkan.
“‌Anggota wajib memerpejuangkan daerah pemilihan sesuai dengan sumpah jabatan,” sebut Marga.

Marga menyatakan, seluruh aspirasi masyarakat dicatat dan diusulkan tahun ini untuk anggaran 2020.

Saat ini, karena tidak ada jembatang penghubung yang layak dilewati untuk mempersingkat jarak tempuh dari Gadiah Angiak ke Lubuk Basung, warga harus memutar jalan dan menempuh jarak sejauh 60 kilometer. Sedangkan, jika ada jembatan di titik yang dimaksud, jarak tempuh yang harus dilewati warga hanyalah sepanjang 10 kilometer.
Sementara, Wali Jorong Masang Timur Aprianto mengatakan bahwa Jorong juga telah mengusulkan untuk dilakukan pengasapalan jalan di daerah itu sepanjang 22 kilometer.
"Mudah-mudahan jembatan dan jalan dibangun dalam waktu dekat, agar akses trasportasi akan lancar dan daerah itu berkembang pesat," harapnya. (003)


 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      agamsumbar