Tradisi balimau yang dilakukan umat Islam di Padang, Sumbar, sebelum memulai puasa ramadhan. (Ist)


Gaya Hidup

Walikota Padang Larang Masyarakat "Balimau"

PADANG (SumbarFokus)

Menjelang datangnya bulan Ramadhan, umat Islam di beberapa daerah tanah air masih melakukan tradisi balimau. Salah satunya, dilakukan masyarakat Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Terkait hal ini, Walikota Padang Mahyeldi, mengimbau masyarakat setempat agar tidak melakukan tradisi balimau tersebut. Dengan alasan, tradisi pembersihan diri seperti itu tidak dianjurkan dalam Islam. Apalagi jika balimau dilakukan dengan mandi di sungai, bercampur antara laki-laki dan perempuan.

"Balimau itu tidak dianjurkan dalam Islam. Itu bukan budaya kita. Ndak ada itu mandi ke sungai kemudian bercampur baur, itu tradisi sesat," tegas Mahyeldi di Padang.


Diketahui, menurut kepercayaan masyarakat, balimau merupakan bentuk mensucikan atau membersihkan diri sebelum mulai berpuasa. Caranya, dengan mandi-mandi di sungai, lubuk, dan tempat pemandian lainnya.

Padahal menurut Mahyeldi, balimau sama sekali bukan mensucikan diri atau tidak akan memengaruhi pahala puasa. Justru, katanya, balimau bisa merusak pahala puasa dan mandinya juga tidak mensucikan.

"Biasanyakan balimau mandinya justru bisa tidak bersih, karena bercampur dengan jumlah orang yang banyak," katanya.

Ia juga berharap, sekaligus mengimbau ninik mamak, alim ulama, cerdik pandai, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kota Padang, untuk menjaga anak kemenakan agar tidak ikut-ikutan dalam tradisi yang menyesatkan tersebut.

Dilanjutkannya, jika ingin melakukan balimau, bukan dengan mandi-mandi bercampur di sungai atau di lubuk. Namun caranya, cukup dengan menjalin silaturahmi dengan keluarga, orang tua, tetangga, dan karib kerabat.

"Dengan bermaaf-maafan, akan membersihkan huhungan sesama antara kita, untuk menyambut datangnya bulan puasa," pungkas Mahyeldi.

Diketahui, balimau dilakukan dengan menggunakan jeruk nipis, daun pandan, bunga kenanga, dan akar tanamam gambelu. Bahan-bahan alami dimasukkan secara bersamaan ke air hangat, dengan aroma yang khas dalam satu kesatuan.

Biasanya, tradisi mandi balimau dilakukan setiap tahunnya, terutama muda-mudi. Khusus bagi warga Kota Padang, biasanya dilaksanakan di Lubuk Minturun, dan Lubuk Peraku dengan jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018