Wagub Sumbar Nasrul Abit panen bawang putih perdana di Tanah Datar, Sabtu (9/2/2020). (Foto :Ist).


Ekonomi

Wagub Takjub, Kualitas Bawang Putih Lokal Samai Impor

TANAH DATAR (SumbarFokus)

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit merasa takjub dengan kualitas bawang putih yang menyamai kualitas impor China. Hal ini dijumpainya saat melakukan panen perdana bawang putih di lereng Gunung Merapi, Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, bersama masyarakat sekitar, Sabtu (8/2/2020).

"Kalau ada bawang putih lokal yang berasal dari sini kenapa kita mesti impor? Apalagi kualitasnya menyamai bawang putih impor," ucap Nasrul Abit.

Menurut Wagub, panen perdana ini suatu kebanggaan baru bagi Sumbar karena tidak semua lahan bisa ditanami bawang putih,  sebab ketinggian lahan 800 sampai seribuan MDPL.


"Sementara di daerah Tanjung Alam ini ada 127 hektare lahan yang tersedia. Kita minta Dinas Pertanian bisa memberikan kemudahan bibit bawang putih terbaik. Mudah-mudahan dengan adanya pengembangan ini, Sumbar tidak kekurangan akan bawang putih," sebut Nasrul Abit.

Dirinya optimis, penanaman bawang putih di Sumbar bisa menekan angka impor bawang putih selama ini. 

Dijelaskan, panen bawang putih yang dipanen adalah dari varietas Lumbu Hijau, yang dikelola oleh kelompok Wanita Tani (KWT) Lereng Gunung Merapi (Legumer) seluas empat hektare. Bawang putih tersebut berhasil tumbuh subur. ini karena varietasnya sangat cocok dengan karakter tanah di Sumbar.

Ditambahkan, Pemprov Sumbar menetapkan target terkait kopmoditas bawang putih di Sumbar bisa dicapai total pada tahun 2021 mendatang. Sumbar diharapkan jadi daerah sentra bawang putih dengan target tanam seluas 6.000 hektare.

"Sebagai antisipasi agar ke depan tidak terjadi lonjakan harga bawang putih dan tidak lagi mengandalkan impor dari China, saat ini Pemerintah Pusat sudah menyetop impor produk hortikultura termasuk bawang putih dari China untuk sementara waktu. Ini disebabkan adanya wabah virus Corona," ungkap Nasrul Abit.

Menurutnya, panen bawang putih varietas Lumbu Hijau ini mencapai empat hingga enam ton untuk satu hektare.

"Saat ini, harga sedang naik, bisa mencapai Rp25 ribu. Paling tidak petani bisa menghasilkan Rp480 juta per hektare sekali panen," imbuh Nasrul Abit mengkalkulasikan kemungkinan penjualan petani.

Ditekankan, dirinya berharap Sumbar mendapat pendampingan dari pihak Kementerian Pertanian. Sehingga hasil panen yang cukup melimpah, dan ini bisa berdampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Kami tidak pernah bayangkan hasil panen perdana sebanyak ini. Mudah-mudahan Sumbar mendapat perhatian serius pemerintah," ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Candra mengatakan, keseriusan untuk pengembangan produksi bawang putih di Sumbar di beberapa daerah yang potensial telah dilakukan, seperti di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Alahan Panjang, dan Solok. 

Permasalahannya, di Sumbar, petani kurang berminat untuk menanam bawang putih, pasalnya panen bawang putih lebih lama dari bawang merah, mencapai empat bulan. Selain itu, harga bawang putih di tingkat petani belum jelas, dan masih banyak petani kurang memahami proses penanaman, budidaya, dan perawatannya.

"Patut kita syukuri dengan hasil panen ini. Kemudian, kita juga akan menyiapkan langkah strategis pascapanen bagi petani, sehingga hasil panen petani bisa maksimal," sebut Candra. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018