Sebanyak 92 pebalap TdS 2018 dilepas Wagub Sumbar Nasrul Abit di kawasan Danau Cimpago Padang menuju Agam, Rabu (7/11/2018). (Foto: Wahyu)


Olahraga

Wagub Sayangkan Banyak Insiden Terjadi pada TdS 2018

PADANG (SumbarFokus)

Ajang perhelatan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2018 sempat dicederai dengan berbagai insiden negatif. Misalnya, adanya kecelakaan beruntun beberapa pebalap, tergulingnya mobil logistik, dan masih banyak jalan yang rusak.

Fakta ini sangat disayangkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit. Ia juga menyangkan salah satu ikon Sumbar yakni Masjid Raya Sumbar di Kota Padang tidak dilalui rute pebalap TdS 2018 ini.

Padahal kata dia, seharusnya ikon pariwisata Sumbar yang megah itu harus masuk dalam rute ajang balap sepeda internasional ini sebagai ajang promosi.


“Kita juga menyayangkan beberapa insiden terjadi pada TdS kali ini, kemudian Masjid Raya Sumbar juga tidak dilalui. Semoga ini menjadi bahan evaluasi kita ke depannya. Diusahakan TdS tidak di musim hujan untuk menghindari kecelakaan, dan kalau di Kota Padang pebalap harus menikmati Kota Padang dengan mengelilinginya,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Rabu (7/11/2018).

Sebelumnya Nasrul Abit ini melepas 92 pebalap etape IV Kota Padang-Agam sepanjang 144 kilometer. Semua pebalap yang tersisa tersebut mulai star dari depan Danau Cimpago menuju Jalan S.Parman, UNP di Jalan Hamka, Pasar Lubuk Buaya, Simpang BIM, Simpang Patung Ikan, Lubuk Alung, Bypass Pariaman, Sungai Garingging, Kantor Bupati Agam, Kelok 44, dan finish di Puncak Ambun Pagi Kabupaten Agam.

Nasrul Abit menyebutkan, penyelenggaraan TdS 2018 sudah memasuki etape IV yang sangat berpengaruh pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar. Apalagi katanya, TdS kali ini merupakan yang ke-X kalinya.

“Salah satu dampaknya bisa diukur dengan jumlah penerbangan menuju Sumbar yang meningkat. Sebelumnya penerbangan hanya 21 kali sehari, sejak ada TdS menjadi 54 kali,” sebutnya.

Wagub mengungkapkan hal itu untuk menjawab pihak-pihak yang meragukan manfaat perhelatan TdS ini bagi masyarakat Sumbar. Tapi ia juga mengakui bahwa belum semua bisa merasakan dampak banyaknya kunjungan wisatawan ke Sumbar selama ini.

“Umumnya yang banyak merasa manfaat kunjungan wisatawan itu Kota Padang dan Bukittinggi. Makanya kita dorong setiap daerah kabupaten/kota turut membenahi sektor pariwisatanya, dan TdS ini sebagai ajang promosinya,” kata Nasrul Abit.

Kita Peduli!

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Asnel menyampaikan, TdS sangat membawa manfaat bagi promosi destinasi yang ada di Kota Padang. Apalagi menurutnya Kota Padang memiliki beragam destinasi, seperti destinasi wisata, budaya, sejarah, dan kuliner.

“Semoga TdS ini terus dilakukan setiap tahunnya. Semakin banyak wisatawan yang datang maka geliat pariwisata terus dibenahi, dan akan berdampak pada ekonomi masyarakat,” harap Asnel. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021