Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat memberikan keterangan terkait imbauan agar tidak kuliah di kampus akreditasi C, di Padang, Rabu (7/11/2018). (Foto: Wahyu)


Pendidikan

Wagub Imbau Jangan Kuliah di Kampus Akreditasi C

PADANG (SumbarFokus)

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengimbau agar orangtua lebih memikirkan masa depan generasi muda. Salah satunya agar orangtua lebih selektif dalam memilih kampus atau perguruan tinggi yang akan dijadikan tempat kuliah bagi anaknya.

"Kita mengimbau, selain orangtua, calon mahasiswa juga harus lebih selektif lagi dalam memilih kampus. Kuliah lah di kampus minimal terakreditasi B, jangan akreditasi C," sebut Nasrul Abit di Aula Gubernur Sumbar, di Padang, (7/11/2018).

Imbauan sekaligus larangan kuliah di kampus akreditasi C itu bukan tanpa alasan, sebab Wagub Sumbar merasa risau semakin banyak sarjana yang menganggur. Selain itu banyak lulusan sarjana yang merasa kesulitan mendapat kerja atau berkompetisi dalam lingkungan pekerjaan.


"Saya sarankan jangan kuliah di kampus akreditasi C, sebab nanti ketika lulus susah cari kerja, dan tidak bisa ikut tes pegawai atau CPNS," tegas Nasrul Abit.

Meskipun imbauan tersebut terasa keras, tapi dikatakan Nasrul Abit bukan lantaran benci dengan kampus terakreditasi C atau yang belum terakreditasi. Melainkan untuk mempertegas sekaligus mendorong agar setiap kampus memperbaiki kualitasnya, baik dari akreditasi institusi maupun jurusan atau program studi.

"Setiap kampus harus memperbaiki akreditasi, baik secara institusi atau program studi. Percuma lulus dengan indeks predikat kumulatif (IPK) 4.0, tapi ketika akreditasi C juga bakal susah diterima di industri kerja," paparnya.

Menanggapi pernyataan sekaligus imbauan Wagub Sumbar tersebut, Koordinator Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah X, Prof. Dr. Herri, MBA menyebutkan, kemungkinan yang dimaksud Wagub Sumbar ialah terkait mutu pendidikannya. Sebab katanya, setiap kampus yang terakreditasi mempunyai kesempatan dalam industri kerja.

"Mungkin maksud Wagub Sumbar tadi terkait mutu, misalnya A kategori sangat unggul, B unggul, dan C cukup unggul. Dengan harapan mahasiswa ketika lulus bisa unggul dari segi ilmu, profesional, karakter, dan lainnya," papar Herri saat dihubungi via telepon.

Dengan demikian kata Herri, kampus juga bisa termotivasi untuk meningkatkan kapasitas keunggulan dari segi pelayanan, mutu, kurikulum, proses pembelajaran, manajemen, dan lainnya. Selain itu, Koordinator LLDikti ini juga mengaku bahwa sekarang ini semua perguruan tinggi khususnya di Sumbar sudah terakreditasi.

"Kalau di Sumbar untuk program studi baru 4 akreditasi A, 60 persen B, selebihnya C. Sedangkan secara institusi di Sumbar baru dua akreditasi A yakni kampus negeri. Kalau swasta belum ada akreditasi A, 60 persen B, selebihnya C. Target kita tahun depan 70 persen akreditasi B," pungkas Herri.

Berdasarkan data dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tercatat baru sekitar 1.676 dari total 4.651 perguruan tinggi (negeri maupun swasta) di Indonesia yang sudah terakreditasi (A, B dan C). Dari jumlah tersebut yang sudah terakreditasi A hanya 73 perguruan tinggi se-Indonesia. (005)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018