Kepala Ombudsman Perwakilan Sumbar Yefri Heriani, dalam diskusi virtual, Selasla (27/10/2020). (Foto: YEYEN)


Lain-lain

Visi Pelayanan Publik Cagub Sumbar Digali Ombudsman, Seorang dari 4 Calon Tak Hadir

PADANG (SumbarFokus)

Dalam Pertemuan Berkala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), visi pelayanan publik para calon gubernur Sumbar yang akan bertarung dalam ajang demokrasi Pilkada nanti digali. Sayangnya, satu dari empat calon tak menghadiri acara bertema Menguji Visi Pelayanan Publik Calon Gubernur Sumbar 2020 yang digelar virtual itu.

“Ombudsman memiliki tugas, selain menerima laporan masyarakat, memeriksanya, dan yang terpenting juga menjadi tugas iombudsman adalah melakukan koordinasi dan kerjasama, membangun jejaring, dalam rangka upaya pencegahan maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Berbagai upaya utk perbaikan penyelenggaraan publik telah dilakukan, namun persoalan kita tetap ada,” ungkap Kepala Ombudsman Sumbar Yefri Heriani, yang dalam kesempatan itu memberikan pengantar diskusi.

Diakui Yefri, di tahun 2019, hampir 300 laporan permasalahan layanan publik diterima Ombudsman Sumbar, yang isu terbanyaknya menyangkut kepegawaian, penyelenggaraan pendidikan, agraria, kepolisian, perizinan, dan PTSP (red-Pelayanan Terpadu Satu Pintu).


“Yang paling banyak dilaporkan itu pemerintah daerah, kepolisian, BPJS, kementerian lembaga, BUMN, dan BUMD,” ungkap Yefri.

Kegiatan ini, disebutkan Yefri, juga ditujukan untuk menjadi solusi bagi persoalan layanan publik yang sering dijumpai tersebut, terutama permasalahan di bidang pemerintah daerah.

Untuk itu, empat calon gubernur diundang Ombudsman hadir demi menyampaikan visi pelayanan publik mereka yang akan diimplementasikan saat terpilih nanti. Dari empat calon yang diundang, hadir dari pihak Fakhrizal-Genius Umar (Paslon nomor urut 3), disusul perwakilan dari pihak Mahyeldi-Audy Joinaldy (Paslon nomor urut 4), dan kemudian perwakilan dari pihak Nasrul Abit- Indra Catri (Paslon nomor urut 2).

Dari Paslon nomor urut 3, Genius Umar menyampaikan pemaparan umum mengenai visi dan misi pihaknya yang akan diimplementasikan saat terpilih nanti, dikaitkan dengan sisi pelayanan publik. Dari Paslon nomor urut 4, Mahyeldi dan Audy Joinaldy sama mengisi penjelasan. Sedangkan dari Paslon nomor urut 2, perwakilan dari tim pemenangan, Hidayat, hadir mewakili calon gubernur Nasrul Abit. Pihak Ombudsman Sumbar sempat menyayangkan ketidakhadiran pihak Paslon nomor urut 1, Mulyadi-Ali Mukhni, dalam acara ini

“Kita perlu sejak dini mengetahui bagaimana visi calon pimpinan daerah dalam memenuhi kebutuhan publik tersebut. Dalam kegiatan ini, Kita dapat membuat daftar PR calon pimpinan daerah atau Cagub untuk memastikan  pelayanan publik yang berkualitas. Tentunya kita tidak hanya ingin mendengarkan sesuatu yang umum, tapi kita juga ingin para Cagub menggambarkan apa yg akan dilakukan agar masyarakat dapatkan layanan yang berkualitas,” ujar Yefri pada SumbarFokus.com.

Di sisi lain, berbagai hal mencuat dalam acara diskusi. Dari empat orang panelis; yaitu Adel Wahidi (Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman RI Sumbar), Afriva Khaidir (Dosen Universitas Negeri Padang), Ria Ariany (Dosen Universitas Andalas), dan Ikhbal Gusri (Peneliti PUSAKO Universitas Andalas); muncul pertanyaan-pertanyaan dengan isu-isu strategis.

Kita Peduli!

Seperti yang disampaikan oleh Adel Wahidi, isu  pertanahan dan pendidikan diapungkan. Diakui Adel, sejak delapan tahun dirinya bergelut dengan berbagai laporan masyarakat di Ombudsman Sumbar, isu pertanahan selalu masuk 5 besar laporan masyarakat yang seolah tak kunjung mendapat jalan keluar.

“Masalah pertanahan, setelah disisir, adalah sengketanya sudah ada dari bawah, antar masyarakat, seperti antara mamak dengan kemenakan, dan lainnya,” ujar Adel.

Adel menyampaikan harapan agar kepala daerah terpilih nantinya bisa mencarikan solusi bagi permasalah klasik yang selalu muncul di ranah Minang ini.

Kemudian, panelis lain, Ria Ariany, menegaskan adanya gap antara kebijakan yang diimplementasikan saat ini dengan kebutuhan masyarakat terkait layanan publik.

“Dalam hal ini, para pasangan calon harus tahu dulu, bagaimana kondisi pelayanan publik sekarang, kemudian baru memberikan solusi,” kata Ria.  

Secara keseluruhan, acara berlangsung lancar. Selama tiga jam berjalan, para peserta terlihat sangat antusias, terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan melalui panitia acara.

Bagi warga Sumbar yang ingin menghubungi Ombudsman untuk keperluan pelaporan, disampaikan, bisa ke saluran media sosial Instagran, Facebook, Twitter, dan YouTube di akun @OmbudsmanRI137_Sumbar; kemudian juga bisa melayangkan email ke alamat pengaduan.sumbar@ombudsman.go.id; dan ke nomor kontak Line, Telegram, serta WhatsApp di 0811-955-3737. (003)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      sumbar