Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, saat menyampaikan amanat kepada Universitas Terbuka secara daring. (Foto: Ist.)


Pendidikan

UT Siber, Solusi Pendidikan Tinggi Berkualitas bagi Anak Bangsa yang Tinggal di Pelosok

PADANG (SumbarFokus)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim berharap agar Universitas Terbuka bisa segera mewujudkan peran yang lebih besar lagi dalam memajukan pendidikan jarak jauh di Indonesia melalui UT Siber. Sehubungan hal ini, Direktur UT Padang Yusrafiddin menyatakan bahwa UT Siber juga merupakan salah satu solusi bagi anak bangsa yang tinggal di pelosok daerah, untuk bisa menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas.

“Merespon tuntutan Pak Mentri,  sebagai Perguruan Tinggi Jarak Jauh, UT terus  melakukan berbagai usaha sistemik dan sistematik agar dapat meningkatkan kapasitas dan perannya menuju cyber university berkelas dunia. Konsep dari cyber university  sendiri adalah pendidikan jarak jauh dengan cara dalam jaringan atau daring. Untuk mewujudkan konsep cyber university dibutuhkan upaya yang tidak mudah. Dalam hal ini UT terus  belajar dr Perguruan Tinggi penyelenggara Jarak Jauh yang naik kelas menjadi cyber university,” tutur Yusrafiddin kepada SumbarFokus.com, baru-baru ini.

Menurutnya, UT akan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komputer (TIK). TIK, disebutkan, merupakantulang punggung, yang semua institusi penyelenggara kampus siber sangat mengandalkan TIK.


“Namun TIK hanya salah satu persyaratan dalam cyber university. Dibutuhkan pula motivasi dan kesadaran tinggi dari dosen dan perguruan tinggi penyelenggara dari cyber university dalam memberikan layanan bagi mahasiswanya. Hal ini karena cyber perlu menyiapkan model pembelajaran interaktif yang , paling tidak dapat diselenggarakan secara masif simultan. Itu artinya perguruan tinggi wajib menyediakan bahan ajar sebelum pelaksanaan proses pembelajaran. Karena proses belajar mengajar berlangsung diranah siber, materi ajar itu harus tersedia dalam bentuk digital dan, itu tadi, mendukung interaktifitas,” terang Yusrafiddin lagi.

Mahasiswa, tambahnya, yang belajar di kampus siber perlu pula menyadari sejak awal bahwa model pembelajaran yang diselenggarakan akan didominasi oleh kelas virtual yang amat mengandalkan perangkat tekhnologi yang memadai. Aspek aspek ini, harus disosialisasikan  dengan baik kepada mahasiswa diawal semester agar setiap mahasiswa bisa memperoleh kompetensi substansial dari materi perkuliahan yang diikutinya. Laiknya sebuah perguruan tinggi.

“Tradisi dikampus siber tak hanya dihidupkan oleh aktivitas belajar mengajar, tapi juga oleh aneka riset dan kegiatan keilmuan lainnya. pendidikan tinggi jarak jauh harus tetap menjaga kualitas lulusannya. Karena itu pendidikan jarak jauh  tidak boleh ada penurunan kualitas proses belajar mengajarnya,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Mendikbud Nadiem meuji UT dalam kiprahnya meningkatkan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Ditekankan, dengan jumlah lulusan mencapai lebih dari 1,7 juta orang, prestasi UT sulit dicari tandingannya, bahkan di tingkat dunia.

Nadiem yakin, UT, di seluruh unit pembelajarannya yang tersebar di berbagai pelosok, mampu mengemban program besar Kampus Merdeka, karena UT telah mampu menyentuh seluruh masyarakat sampai lapisan paling bawah dan sulit dijangkau, sehingga perannya dalam pengabdian masyarakat telah terlaksana. (000/003)

 

Kita Peduli!

 

 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020