Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat peletakan batu pertama Masjid Al Mustasyfa RSUD Muhammad Natsir di Solok, Selasa, (22/1/2019). (Foto: Wahyu)



Usai Berganti Nama, RSUD Muhammad Natsir Menuju Konsep Syariah

PADANG (SumbarFokus)

Mulai Selasa (22/1/2019), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok resmi menjadi RSUD Muhammad Natsir. RSUD yang berdiri sejak 1984 ini komit akan melakukan berbagai pembenahan ke arah yang lebih representatif dan islami, terutama mengingat tokoh Muhammad Natsir sendiri merupakan salah seorang tokoh Masyumi.

“Kita terus berbenah, mulai dari nama, meningkatkan pengadaan sarana dan prasarana serta pelayanan. Bahkan, untuk menjaga nama baik Muhammad Natsir, kita akan berusaha RSUD ini menjadi rumah sakit syariah,” kata Direktur RSUD Muahmmad Natsir, Ernoviana, dalam sambutannya saat peresmian pergantian nama RSUD di daerah setempat, Selasa (22/1/2019).

Terkait konsep syariah ini, dikatakan Ernoviana bukan hanya manajemen, pelayanan, tetapi suasana dan lingkungannya juga harus lebih islami. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan rumah sakit yang religius ini, dikatakan Direktur RSUD Muhammad Natsir, pihaknya sedang dalam proses pembangunan Masjid Al Mustasyfa di komplek rumah sakit tersebut.


“Demi pelayanan yang lebih komprehensif dan menjadi rumah sakit syariah, kita saat ini akan membangun sebuah masjid, sebab selama ini keluarga besar RSUD dan keluarga pasien susah melakukan ibadah salat. Biaya masjid ini sudah terkumpul Rp195 juta. Semoga nanti ada tambahan dari Pemprov Sumbar,” papar Ernoviana.

Impian RSUD Muhammad Natsir ini sangat diapresiasi oleh Walikota Solok, Zul Elfian, bahwa nama pahlawan yang melekat pada rumah sakit ini harus diabadikan dengan kebaikan. Dengan harapan, RSUD Muhammad Natsir ini bias menjadi rumah sakit rujukan, serta bias menjadi kebanggaan Solok.

“Saat ini akan dimulai pembangunan masjid yang representatif, agar pelayanan juga maksimal. Sebab, kita ingin Kota Beras bercerminkan Kota Madinah, jadi kita berharap jalan provinsi di depan rumah sakit ini bias diperlebar dan diperbaiki Pemerintah Provinsi Sumbar,” ungkapnya.

Sementara anak ke-enam Muhammad Natsir, Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa pihak keluarganya tidak merasa keberatan nama orangtuanya disematkan ke rumah sakit kebanggaan masyarakat Solok ini. Baginya, pelekatan nama tersebut merupakan suatu kehormatan terhadap jasa ayahnya semasa hidup.

“Sebelum pergantian nama ini, pihak rumah sakit sudah menemui kami di Jakarta selaku keluarga besar Muhammad Natsir. Kami justru senang. Semoga generasi muda tetap mengenang Muhammad Natsir sebagai tokoh Islam dari Minang,” ujar Ahmad. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020