Wahyu Purnama A (kanan) menjabat Kepala BI Sumbar, menggantikan Endy Dwi Tjahjono (kiri). (Foto: Yeyen)


Ekonomi

Urang Awak Pulang Kampung, Wahyu Purnama A Jabat Kepala BI Sumbar

PADANG (SumbarFokus)

Pulang kampung dan dituntut mengabdikan diri di kampung halaman, itulah dia Kepala Perwakilan Bank Indonesia yang baru dilantik, Wahyu Purnama A. Serah terima jabatan (Sertijab) dilakukan Bank Indonesia (BI), Jumat (29/3/2019), dari Endy Dwi Tjahjono ke Wahyu Purnama A. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara turut menghadiri langsung acara Sertijab.

“Saya berpesan kepada Kepala BI Sumbar yang baru agar terus bekerjasama membantu pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi dan mengembangkan ekonomi daerah,” kata Mirza.

Diketahui, Wahyu efektif bertugas sebagai Kepala BI Sumbar per 1 Maret 2019, setelah sebelumnya pada 18 Februari dilantik oleh Gubernur BI Perry Warjiyo bersama para pejabat lainnya.


Sementara, Endy yang sudah memimpin BI Sumbar selama 1,5 tahun ditugaskan ke Kantor Pusat menjadi Kepala Grup di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.

Berkarir di BI sejak 1994, pria alumni Universitas Andalas Fakultas Ekonomi, Wahyu Purnama A, menyatakan berbahagia diberi kesempatan berkarya dan berbakti di Ranah Minang. Sempat menjalankan berbagai amanah di BI, di berbagai wilayah di Indonesia, akhirnya pulang kampung, Wahyu menegaskan akan meneruskan upaya-upaya pengendalian inflasi yang sudah dilakukan BI bersama pemerintah daerah dan pihak terkait lainnya selama ini.

“Saya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk menjaga inflasi Sumbar menjadi lebih terkendali, dan meneruskan apa yang sudah dilakukan pejabat sebelumnya,” katanya.

Penyediaan uang rupiah yang cukup dan layak, pengembangan ekonomi syariah, dan UMKM, disebutkan pria berkacamata kelahiran Kota Padang ini sebagai beberapa fokus yang akan jadi perhatiannya.

Di tempat yang sama, Endy Dwi Tjahjono juga menyatakan syukur, penugasannya selama di Sumbar terkesan luar biasa meskipun relatif singkat. Kerjasama antara BI dengan Pemerintah Daerah, baik itu Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, maupun Pemerintah Kota selama ini berlangsung sangat baik.

“Kita bisa melihat banyak pencapaian yang sudah kita lakukan. Tapi ke depan kita ingin itu bisa lebih baik lagi. Kita ingin pengendalian inflasi itu naik kelas. Itu titipan saya,” tutur Endy.

Ditekankan, perdagangan antar daerah penting diteruskan. Perdagangan antara daerah yang terjaga, andil dalam mengendalikan inflasi Sumbar. Jika produksi komoditas dari satu kabupaten/kota bisa disebar secara merat ke daerah lain, maka perbedaan harga makin menipis antar daerah. Ini tidak hanya menguntungkan pedagang, tapi juga justeru menguntungkan para petani dan inflasi daerah bisa terjaga. (003)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      sumbar