Walikota Padang Mahyeldi. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Tuntas oleh Corona, Seluruh Kecamatan di Padang Sudah Zona Merah

PADANG (SumbarFokus)

Sebelas kecamatan yang ada di Kota Padang telah terpapar COVID-19. Setelah sebelumnya sempat bertahan masih adazona hijau alias nol kasus positif COVID-19, per Rabu (6/5/2020), seluruh kecamatan di Kota Padang berstatus merah karena sudah ada di tiap kecamatan itu warganya yang dinyatakan positif terjangkit penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru tersebut.

"Pada hari ini ada penambahan enam kasus positif, satu diantaranya berasal dari Kecamatan Bungus yang sebelumnya nol kasus," ungkap Walikota Padang Mahyeldi di Padang, Rabu (6/5/2020).

Berdasarkan kondisi ini, Pemko Padang meminta agar tidak ada pendatang yang masuk ke Padang, karena dikhawatirkan tertular kemudian membawa ke daerah asal saat pulang.


Dirincikan, dari sebelas kecamatan tersebut, pasien positif COVID-19 tersebar di 49 kelurahan. Rinciannya yaitu di Kecamatan Padang Timur terdapat 36 kasus positif, Lubuk Begalung 24 kasus, Kuranji 18 kasus, Koto Tangah 18 kasus, Padang Selatan 9 kasus, Pauh 11 kasus, Lubuk Kilangan 4 kasus, Bungus Teluk Kabung 1 kasus, dan Nanggalo 2 kasus.

Ditegaskan, memasuki pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar tahap II mulai 6-29 Mei 2020 pihaknya akan memperketat arus masuk orang di pintu masuk kota Padang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Padang hingga 6 Mei 2020 terdapat 2.434 pelaku perjalanan dari daerah terjangkit, 365 orang tanpa gejala, 21 orang dalam pemantauan, 99 pasien dalam pengawasan, 137 positif, 13 meninggal, 40 negatif, 27 sembuh dan 18 menunggu hasil.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Ferimulyani Hamid menyampaikan virus corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Adapun saran penularan meliputi tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19 dan memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19.

Selain itu kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan, ujarnya.

Kita Peduli!

Ia mengimbau semua warga tidak hanya di zona merah namun semua wilayah untuk sementara waktu tidak bepergian ke tempat umum.

"Kalau pun terpaksa harus bepergian usahakan pakai masker, kita tidak pernah tahu ada orang yang ternyata pembawa virus namun tanpa gejala," kata Ferimulyani. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018