Ilustrasi. (Foto: Ist.)


Hukum

Tipu Empat Korban, Polwan Gadungan Ditangkap Polres Payakumbuh

PAYAKUMBUH (SumbarFokus)

Seorang Polisi Wanita (Polwan) gadungan, yang berhasil menipu empat orang korban yang ingin mengikuti penerimaan Bintara Polri, ditangkap jajaran Kepolisian Resor (Polres) Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar).

Diungkapkan oleh Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, baru-baru ini, tersangka WST (43) merupakan warga kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Sedangkan tiga korban dari tersangka merupakan warga Kabupaten Limapuluh Kota dan satu orang asal Muara Enim, Sumatera Selatan.

"Dalam melakukan aksinya tersangka mengaku sebagai Polwan dengan pangkat AKBP yang dinas di Polda Metro Jaya, Jakarta dan juga memiliki foto yang dieditnya menggunakan seragam. Tersangka berjanji meloloskan korban tanpa mengikuti tes apapun," kata dia.


Ia mengatakan bahwa tiga orang korban yang berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota tersebut merupakan keluarga dari suaminya, SS, yang menikah di kampung halaman suaminya di Jorong Bukit Kanduang, Nagari Tanjung Haro Sikabu Kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak pada 29 Maret 2020.

"Jadi saat bertemu dengan keluarga suaminya, tersangka meyakinkan korban bahwa tersangka telah banyak meluluskan calon Anggota Polri, dengan catatan peminat harus membayar uang pelicin," ujarnya.

Mengetahui itu, keluarga dari pihak suami menginformasikan hal tersebut kepada korban-korban lainnya sehingga ada korban lainnya yang tertarik. Kemudian, pihak korban dan keluarga korban juga sempat diminta datang ke Palembang untuk menyaksikan keberangkatan calon peserta didik yang dinyatakan lulus dan terpilih dalam seleksi penerimaan Bintara Polri Tugas Umum ke SPN Betung Polda Sumsel.

"Namun setelah korban bertemu dengan tersangka di hotel tersebut dan tersangka meminta lagi sejumlah uang, tersangka kabur meninggalkan korban," ujarnya.

Mendapati hal itu, korban menelusuri latar belakang tersangka di Palembang, baru diketahui bahwa tersangka bukanlah seorang anggota Polri.

Tiga orang warga Kabupaten Limapuluh Kota yang menjadi korban tersebut sudah membuat laporan polisi. Ketiga korban tersebut adalah Derry Parsetyo (20) dengan kerugian Rp46,5 juta. Selanjutnya, Suci Wahyuni (19) dengan kerugian Rp70 juta, dan Alfitra (19) dengan kerugian Rp. 42,5 juta.

Kita Peduli!

"Sedangkan untuk warga Kabupaten Muara Enim tersebut bernama Adit dengan kerugian Rp45 juta. Sehingga total kerugian mencapai Rp204 juta," ujarnya.

Kapolres menyebutkan bahwa pada awalnya Polres Payakumbuh melakukan penangkapan kepada suami tersangka di Muara Enim pada Rabu (19/8/2020). Berdasarkan keterangan si suami dan hasil penyelidikan di Muara Enim, tim melakukan pengejaran terhadap tersangka WST.

WST berhasil ditangkap di Depok pada Kamis (20/8/2020) sekira pukul 06.00 WIB. Sedangkan suami tersangka juga merasa tertipu, karena ia tidak mengetahui bahwa sebenarnya WST bukanlah Polwan berpangkat AKBP yang dinas di Polda Metro.

Berdasarkan pengakuan si suami, ia tidak menerima hasil kejahatan dari WST, dan semua korban masih merupakan keluarga si suami. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020