Wagub Sumbar Nasrul Abit menyerahkan alat tangkap kepada nelayan Danau Singkarak, Kabupaten Solok, Sabtu (31/8/2019). (Foto: Ist.)


Ekonomi

Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan Danau Singkarak, Pemprov Sumbar Serahkan Sarana Alat Tangkap Ikan

SOLOK (SumbarFokus)

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan bantuan sarana tangkapan ikan kepada nelayan di Kabupaten Solok, Sabtu (31/8/2019). Bantuan tersebut berupa jaring nila, dan mesin tempel 2,4 PK.

Bantuan alat tangkap ikan itu untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Danau Singkarak, sekaligus juga dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan kawasan danau tersebut. Pasalnya, selama ini nelayan banyak menggunakan bagan yang merusak habitat Danau Singkarak.

"Kami harapkan bantuan yang diserahkan kepada kelompok-kelompok ini, hendaknya bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga," sebut Wagub Sumbar Nasrul Abit di dermaga danau itu.


Nasrul mengatakan, nelayan dan pemerintah sudah sepakat untuk tidak ada lagi bagan di danau seluas 11.127 hektare itu. Ia mengajak dan mengharapkan bantuan serta kerjasama nelayan, dalam membersihkan kawasan danau bisa berjalan dengan baik tanpa adanya gejolak yang tidak dinginkan.

"Pembersihan sudah dimulai, kami tetap mengharapkan kerjasama nelayan agar danau kita ini bisa bersih. Mari sama-sama kita menjaga Danau Singkarak ini," imbaunya.

Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Yosmeri menyebutkan, tahun 2018 sebanyak 14 sarana diserahkan kepada nelayan di Kabupaten Solok itu. Sedangkan tahun 2019 ini, sebanyak 34 sarana diberikan kepada nelayan di daerah itu.

Selanjutnya, untuk nelayan di Kabupaten Tanah Datar sebanyak 22 sarana diserahkan tahun 2018 dan untuk tahun ini sebanyak 54 sarana lagi diserahkan. Sedangkan jumlah nelayan Danau Singkarak saat ini mencapai 7.917 orang. Rinciannya, di Kabupaten Solok 3.678 orang dan di Kabupaten Tanah Datar 4.239 orang.

"Dari jumlah 7.000 lebih kepala keluarga dengan pencaharian sebagai nelayan ini, jumlah alat tangkap bagan di Solok 238 unit dan 278 unit di Kabupaten Tanah Datar. Makanya sekarang tidak boleh pakai bagan lagi,” pungkas Yosmeri. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *