Ilustrasi. (Foto: Ist.)


Hukum

Tilap Infak Masjid Raya Sumbar, Oknum ASN Segera Dilaporkan ke Kejaksaan

PADANG (SumbarFukus)

Dugaan penyelewengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) oleh oknum Aparatur Sipil Negara YR, yang juga diduga menyelewengkan uang infak Masjid Raya Sumbar, segera dilaporkan Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Syaifullah ke kejaksaan.

"Setelah hasil pemeriksaan BPK keluar, kami segera melaporkan persoalan ini ke kejaksaan," katanya di Padang, Kamis (20/2/2020).

Pelaporan ke kejaksaan itu untuk dugaan penyelewengan dana APBD yang dilakukan YR sekitar Rp620 juta. Menurut Syaifullah, apabila bahan pelaporan telah lengkap, pihaknya segera mendatangi kejaksaan.


Sedangkan untuk status oknum yang tadinya bendahara Biro Bintal dan Kesra yang telah dijabat sejak 2013, dikatakan Syaifullah  telah dinonaktifkan, dan sekarang sebagai staf.

Menurut Inspektorat Sumbar penyelewengan uang daerah yang dilakukan YR sekitar Rp620 juta berkaitan dengan penyelewengan uang infak masjid raya, dan uang zakat yang dikumpulkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Hal tersebut dapat dilakukan oknum ASN karena rangkap wewenang bendahara yang ia jabat.

Karena YR merupakan bendahara Masjid Raya Sumbar, bendahara Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Bendahara di Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov yang dulu bernama Biro Bina Sosial. Dengan kondisi ini, yang bersangkutan bisa memainkan tiga item anggaran itu secara lelusa.

Ketika ia memakai infak masjid raya Sumbar, maka ditutup dengan uang zakat, kemudian kebolongan itu ia tutup lagi dengan dana APBD yang dianggarkan ke Biro Bintal Setda Sumbar.

Diketahui, begitu diketahui ada penyelewengan, yang bersangkutan mengupayakan untuk ganti rugi atau pengembalian uang negara. Namun ternyata, yang bersangkutan tidak punya aset serta kekayaan untuk melakukan ganti rugi tersebut.

Oleh karena itu, permasalahan akan diserahkan ke aparat penegak hukum, baik untuk pidana penyelewengan uang infak masjid raya serta zakat, atau dugaan korupsi untuk penggunaan APBD. Diperkirakan uang dari tiga item keuangan tersebut mencapai Rp1,5 miliar.

Pada bagian lain, Pengurus Masjid Raya Sumbar Yulius Said mengatakan pihaknya tengah melengkapi bahan untuk pelaporan penyelewengan dana infak jemaah ke polisi. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018