Ketua MUI Padang Duski Samad. (Foto: Ist.)


Hukum

Terkait Kasus Penyebaran Isu SARA di Dharmasraya, MUI Padang Dukung Penegakan Hukum terhadap Pelaku

PADANG (SumbarFokus)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Padang, melalui Ketua Duski Samad, mengajak masyarakat untuk mendukung aparat hukum supaya menegakkan hukum dengan adil. Karena menurutnya hukumlah yang bisa menertibkan negeri ini. Hal ini terkait dengan ditetapkannya S (45), seorang aktivisik lembaga Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka), sebagai tersangka kasus penyebaran isu SARA saat perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar).

Disebutkan, MUI Kota Padang menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada penegak hukum.

Duski Samad mengatakan, aparat tentunya akan bertindak sesuai koridor hukum. Jika pelanggaran hukum dibiarkan maka semua orang akan berbuat seenaknya saja.
"Jika sudah ditetapkan sebagai tersangka, biarlah hukum yang bicara dan tidak boleh masyarakat mengintervensi hukum," ujarnya, Rabu (8/1/2020).


Menurut dia, jika sudah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tentu sudah mempunyai alat bukti yang cukup yakni minimal dua alat bukti. Dikatakan, semua pihak harus dapat menahan diri.

“Karena jika bicara seenaknya tentu bisa kacau republik ini. Jadi lebih baik kita serahkan kasusnya ke aparat hukum," tegasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sumatera Barat menangkap aktivis lembaga Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) S (45), karena diduga melakukan tindakan pidana dengan menimbulkan kebencian ketika perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya melalui media sosial pada Desember 2019.

"Petugas Polda melalui Ditreskrimsus menangkap pelaku di kediamannya," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto di Padang, Selasa (7/1/2020).

Pelaku ditangkap sekitar pukul 13.30 WIB di rumahnya yang berada di Jalan Veteran, Purus.

Menurut dia dari keterangan saksi dan keterangan ahli ditambah petunjuk dari foto layar telepon seluler dinding Facebook dengan nama akun Sudarto Toto.

Ia mengatakan dalam dinding Facebook tersebut pelaku dengan sengaja menyebar informasi yang menimbulkan permusuhan baik individu maupun kelompok berdasarkan Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA) serta menyebarkan berita bohong (hoaks).

Ia mengatakan dari pelaku pihaknya mengamankan satu unit ponsel pintar dan laptop yang diduga digunakan untuk menyebar berita di media sosial.

Saat ini tersangka masih dalam tahap pemeriksaan di Polda Sumbar. Apabila memenuhi unsur akan dilakukan penahanan terhadap aktivis tersebut.

"Sekarang dalam pemeriksaan dan bisa saja langsung ditahan," kata dia.

Pelaku sendiri disangkakan pasal 45 A ayat 2 juncto pasal 28 UU 19 2016 tentang perubahan UU 11 2008 tentang ITE. Setelah itu pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Diungkapkan, pelaku ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan diproses lebih lanjut. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018