Ilustrasi. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Takut Divaksin? Ini Pandangan Pakar dari UNP

PADANG (SumbarFokus) 

Terjadinya kontroversi mengenai vaksin, menurut Ahli Psikososial Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Mardianto, salah satunya disebabkan oleh media sosial. Jika dulu informasi terbatas dari media mainstream saja, maka sekarang banyak media sosial yang membuat informasi beragam dan memberikan peluang orang semakin bingung untuk menilai mana yang benar dan salah.

Terkait ini, Mardianto mengajak masyarakat bersikap objektif menyikapi isu yang beredar di media sosial mengenai vaksin COVID-19 agar tidak timbul keraguan.

"Masyarakat perlu menyikapi secara lebih objektif, tidak perlu stres dan cemas karena ada jaminan dari pemerintah," sebut dosen lulusan S3 Psikologi Pendidikan di Universitas Negeri Malang itu, Selasa (19/1/2021).


Ditekankan, untuk mendapatkan pemahaman yang bebas dari hoax maka masyarakat bisa membaca artikel tentang vaksin yang memang berasal dari situs milik kesehatan, dan tidak memprovokasi masyarakat untuk tidak mau divaksin karena hal itu tidak mencerdaskan.

"Kalau mau mencerdaskan ayo adakan diskusi ilmiah tentang apa dampak baik dan buruknya dari vaksin itu dengan mempelajari secara ilmiah," kata dia tegas.

Dalam hubungan internasional, maka sikap pemerintah untuk melakukan vaksin, menurutnya, sudah benar. Namun jika menerapkan denda, maka hal itu akan berkenaan dengan HAM. Ini karena jima masyarakat tidak setuju dengan vaksin maka akan ada masalah juga dengan HAM, jadi pemerintah tidak bisa memaksakan tapi disisi lain pemerintah juga perlu melakukan ini dalam kaitan hubungan internasional.

Oleh karena, menurutnya, solusi yang bisa dilakukan adalah pemerintah harus bisa membangun kepercayaan pada masyarakat dan transparan mengenai kandungan, dan dampak dari vaksin itu, jangan sampai masyarakat takut dengan vaksin hanya karena isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Di satu sisi pemerintah memaksa tapi disisi lain takut ada HAM maka pilihan terbaik untuk masyarakat adalah menerima saja selama ada jaminan dari pemerintah baik dari BPOM dan MUI serta bersikap transparan," jelas dia.

Selain itu, para tokoh masyarakat seperti presiden dan gubernur juga sudah melakukan vaksin dan masyarakat tidak perlu menolak.

Kita Peduli!

Namun demikian, juga tidak perlu ada euforia bahwa dengan adanya vaksin masalah akan selesai, semuanya cukup disikapi dengan tenang saja. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020