Pemblokadean jalan oleh warga Lubuak Rasak Kabupaten Solok Selatan. (Foto: Ist.)


Peristiwa

Tak Sabar Lagi, Warga Blokir Jalan Masuk Menuju PT SKE di Solsel

PADANG ARO (SumbarFokus)

Warga Lubuak Rasak Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), yang mengaku sebagai pemilik lahan memblokade seluruh titik jalan masuk menuju turbin PT Selo Kencana Energy (PT SKE) dengan bambu.

"Selama ini kami sudah cukup bersabar dengan janji perusahaan terkait tukar guling lahan yang tidak jelas sampai sekarang," tegas Ketua Pemuda Jorong Lubuk Rasak Erianto di Padang Aro, Kamis (17/9/2020).

Diungkapkan, pada 5 Agustus 2020 pemilik lahan sudah melakukan pertemuan di perusahaan tersebut, namun Direktur perusahaan tidak mau menemui warga. Selain itu pada 14 Agustus 2020 sengketa lahan ini juga sudah dimediasi oleh Pemkab Solok Selatan akan tetapi tidak ada dari pihak PT SKE yang bisa mengambil kebijakan hadir saat itu.


Erianto menyebutkan, masyarakat pemilik lahan yang dirugikan perusahaan sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) dan yang sangat terdampak 15 KK. Sedangkan tukar guling yang tidak jelas sampai sekarang ada tiga KK dan lahan pertanian sawah sekitar 10 hektar tidak bisa dialiri air karena irigasi dialihkan oleh perusahaan.

Sementara, Tekhnik Maintenance PT SKE Deri Nurfan Candra mengatakan bahwa pihaknya tidak memiliki wewenang memberikan keterangan ke media, sebab harus melalui pimpinan perusahaan.

"Soal ini bukan kewenangan kami menjawabnya," ujarnya.

PT SKE sendiri bergerak dibidang Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang memanfaatkan aliran sungai Batang Sangir.

Sebelumnya, diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan memediasi penyelesaian sengketa ganti rugi tanah antara PT Selo Kencana Energy (PT SKE) dengan masyarakat setempat.

Staf ahli bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Setdakab Solok Selatan Hapison mengatakan bahwa Pemerintah memang mengharapkan investasi tetapi kalau ada permasalahan dengan masyarakat maka ada yang tidak beres.

Kita Peduli!

"Kami berharap hasil mediasi yang disampaikan masyarakat jadi kajian oleh PT SKE untuk ditindaklanjuti," ujarnya.

Hasil dari mediasi ini, selanjutnya akan disampaikan kepada PT SKE dan mereka diberi batasan waktu untuk memberi keputusan.

Permasalahan antara PT SKE dan masyarakat ini, katanya selagi masih bisa dimediasi akan dilakukan. Namun jika ternyata tidak bisa, masyarakat dipersilahkan menempuh jalur hukum. (002)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020