Malam penutupan STQN di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (5/7/2019) kemarin. (Foto: Ist.)


Nasional

Sumbar Tujuh Besar di HaSTQN ke-XXV 2019

PONTIANAK (SumbarFokus)

Seleksi Tilawatil Quran Nasional (STQN) ke-XXV Tahun 2019, secara resmi ditutup oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, di alun-alun Kapuas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (5/7/2019).

Kontingen Sumatera Barat (Sumbar) yang dipimpin langsung oleh Sekdaprov Alwis saat penutupan, berhasil meraih peringkat ke-7 setara dengan Riau dari 34 provinsi yang berpartisipasi. Sementara juara umum masih diraih DKI Jakarta, sejak pada STQN XXIV tahun 2017 di Tarakan, Kalimantan Utara.

Disusul Banten urutan ke-2, dan Sumatera Utara juara ke-3. Kemudian juara ke-4 Sulawesi Tenggara, juara ke-5 Kalimantan Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan, juara ke-6 Aceh dan Jawa Barat. Juara ke-8 Papua Barat dan Sumatera Selatan, juara ke-9 Jambi, serta juara ke-10 NTB, Lampung, dan Kalimantan Tengah.


Pemeringkatan itu STQN ke-XXV itu berdasarkan surat keputusan dewan hakim STQN ke-XXV Tahun 2019 di Pontianak, Kalbar, nomor: 06/kepdh/STQ/225/7/2019 tentang juara umum dan peringkat 10 besar yang dibacakan panitia di hadapan Menag RI, Gubernur Kalbar, Ketua LPTQ Nasional, serta Forkopimda Kalbar dengan dentuman meriam sebanyak 25 kali. 

"Hasil malam ini merupakan usaha terbaik yang sudah diberikan oleh kontingen Sumbar. Tahun depan ada tantangan lebih besar untuk kita hadapi, yakni MTQ Nasional di Sumbar," ujar Kepala Biro Bina Mental Setdaprov Sumbar Syaifullah saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Menag RI Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, setiap pelaksanaan MTQ atau STQ selalu diingatkan untuk tetap terus menjadikan AlQuran sebagai pedoman hidup di dunia dan akhirat. Apalagi, Alquran memiliki fungsi yang sangat penting sebagai referensi dalam menghadapi dinamika kehidupan.

"Alquran sekaligus bisa menjadi inspirator dalam menggapai kehidupan yang lebih baik," sebutnya.

Menurutnya, tidak ada keraguan dalam teks dan kandungan Alquran sejak diturunkan hingga sekarang. Alquran dapat dijadikan teman dialog, sahabat sejati dan kekasih yang sangat ideal. Meskipun sepanjang perjalanannya, masih ada saja pihak-pihak yang meragukan AlQuran, apalagi dalam kehidupan yang semakin maju. 

"Setiap waktu kita harus bangkitkan tradisi mencintai Alquran kapanpun dan dimanapun. Kandungan isi Alquran tidak pernah diketahui jika tidak dibaca, dihayati, dan dipelajari sebagai wujud kecintaan kita kepada Alquran," ungkapnya. 

Adapun dari 16 kontingen Sumbar berhasil meraih peringkat terbaik I cabang Tilawah Dewasa Putri atas nama Anissaul Malikhah, dengan nilai 97,33. Pada cabang Tahfidz 1 Juz Tilawah Putra meraih juara III atas nama Fadhlan Mubarak dengan nilai 95,50. Kemudian, cabang Tahfidz 20 Juz diraih Yahdi Yani sebagai harapan III, dan Muhammad Umair pada cabang Tafsir Bahasa Arab juga meraih harapan III. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *