Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat menyerahkan cinderamata kepada KLHK Novrizal Thahar, Sabtu (16/3/2019).


Pemerintahan

Sumbar "Produksi" Satu Juta Ton Sampah Per Tahun

PADANG (SumbarFokus)

Baru 35,47 persen sampah di Sumatera Barat (Sumbar) bisa ditangani melalui pemilahan, pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan akhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini, sampah Sumabr hampir mencapai satu juta ton pertahun, yang 18 persen adalah sampah plastik.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dalam sambutannya acara peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Danau Cimpago, Pantai Padang, baru-baru ini. Dikatakan juga, sampah paling banyak diproduksi oleh rumah tangga.

"Sampah ini paling banyak datang dari rumah tangga, kita bisa menguranginya paling banyak 2-3 persen. Untuk itu, marilah kita mulai kurangi dengan cara kita memisahkan mana yang bisa digunakan ulang dan mana yang bisa diolah jadi produk lain," ujar gubernur.


Menurut Irwan, ketidakpedulian masyarakat terhadap sampah masih cukup tinggi. Untuk kawasan Pantai Padang, Irwan mencontohkan, perlu dapat perhatian. Harus ada langkah kerja bersama masyarakat dalam menyikapi.

Sementara, terkait Hari Peduli Sampah Nasional, Direktur pengelolaan sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Thahar mengatakan, Hari Peduli Sampah Nasional diperingati setiap tanggal 21 Februari. Kementerian Negara Lingkungan Hidup mencanangkan 21 Febuari 2006 sebagai Hari Peduli Sampah untuk pertama kalinya.

Peringatan ini muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005, di mana sampah dapat menjadi mesin pembunuh yang merenggut nyawa lebih dari 100 jiwa.

Pada peristiwa naas tersebut, curah hujan yang tinggi dan potensi gas metana meledakkan tumpukan sampah. Akibatnya, 157 jiwa melayang dan dua kampung (Cilimus dan Pojok) hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Akhir Leuwigajah.

Tragedi ini memicu dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati tepat di tanggal insiden itu terjadi.

Dalam kesempatan yang sama, kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar Siti Aisyah mengatakan bahwa dalam rangka memperingati HPSN ini mengajak elemen masyarakat, pemerintah daerah, perusahaan daerah, LSM peduli lingkungan, hingga pelajar, untuk melakukan aksi bersih-bersih sampah yang dilakukan di Pantai Padang.

Dengan peserta 200 orang, acara Bersih Pantai ini turut dihadiri Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Thahar, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, kepala OPD Sumbar dan Kota Padang, Kepala Instansi Lingkungan Hidup se Sumbar, pimpinan PT. Semen Padang, PT. PLN persero sektor Pembangkit (Ombilin, Teluk Sirih, Bukittinggi), komunitas pencinta lingkungan dan lainnya.

Dalam laporannya Siti Aisyah menyampaikan, bahwa bersih-bersih pantai ini mengunakan istilah "Plogging" yang merupakan kombinasi dari jogging sambil mengambil sampah. Plogging pun menjadi cara mudah untuk menyehatkan badan dan membantu membersihkan lingkungan. 

"Plogging sangat sederhana, yang dibutuhkan hanya sepatu lari dan plastik atau tas untuk mengumpulkan sampah. Jika tak mau tangan kotor karena memegang sampah, Anda bisa memakai sarung tangan atau membawa hand sanitizer ketika melakukannya," kata Siti Aisyah.

"Selain badan sehat, lingkungan juga bersih," tambahnya.

Lanjut ia mengatakan, tren olahraga tersebut menggabungkan dua latihan sekaligus yakni lari dan squat. Karena saat plogging, orang-orang akan jogging atau berlari lalu melakukan gerakan squat atau jongkok setengah ketika ada sampah untuk memungutnya. 

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis alat penyepit sampah oleh Gubernur Sumbar, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Walikota Padang, kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, pimpinan PT. Semen Padang dan pimpinan PT. PLN persero kepada peserta  Peduli Sampah Nasional (HPSN), sekaligus melepas kegiatan bersih-bersih pantai dengan tema "Gerakan Sumbar Bersih". (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018