Pelantikan sarjana Administrasi Negara/Publik STISIP Imam Bonjol, Sabtu (9/10/2021). (Foto: SYAFRUDDIN AL)


Pendidikan

STISIP Imam Bonjol Aktif Mencetak Calon Birokrat Andal

PADANG (SumbarFokus)

Dari sekian banyak perguruan tinggi swasta di Sumatera Barat (Sumbar) yang tiap tahun terus melahirkan sarjana, terselip nama Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Imam Bonjol, Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Hingga sekarang, sekolah tinggi besutan mantan pejabat Walikota Padang Azhari itu masih aktif mencetak calon birokrat andal yang akhirnya kemudian mengisi berbagai posisi di pemerintahan daerah provinsi, kota, maupun kabupaten di Ranah Minang.

Ketua STISIP Imam Bonjol Drs. Wahyu Pramono, M.Si, saat melantik 32 orang sarjana Administrasi Negara/Publik STISIP Imam Bonjol, Sabtu (9/10/21) di Padang, menyebutkan bahwa sejumlah lulusan dari perguruan tinggi yang ia pimpin itu sudah menduduki berbagai jabatan penting di instansi pemerintah. Mulai dari Kepala Daerah, seperti Drs. Sjafrizal J (mantan Bupati Solok Selatan), Drs. Baharuddin R, MM (mantan Bupati Pasaman dan Pasaman Barat), Drs. Syafrizal Ucok, MM (mantan Wakil Bupati Pesisir Selatan yang kini sebagai Asisten bidang Keuangan di Kantor Gubernur Sumbar), dan Ferizal Ridwan, S.Sos (mantan Wakil Bupati 50 Kota). Juga ada menjadi Sekda dan pejabat eselon Iainnya di Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat, kota maupun kabupaten.

“Alhamdulillah, lulusan dari STISIP Imam Bonjol umumnya menjadi birokrat yang andal. Tak kalah bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Ini sangat membanggakan kami,” ujar Wahyu.


Disebutkan, sekolah tingginya itu cukup digandrungi oleh calon mahasiswa dari kalangan birokrasi sendiri. Mereka yang masuk menjadi PNS dengan ijazah SMA, banyak yang melanjutkan studinya di STISIP Imam Bonjol Padang untuk meraih gelar sarjana. Dari kalangan generasi atau lulusan SMA tahun 2019/2020 dan 2020/2021 juga banyak yang mendaftar di STISIP IB Padang.

Dalam sambutannya sebelum menyerahkan ijazah dan pemindahan jambul tanda pelantikan sarjana baru masa wisuda ke-34, Sabtu lalu itu, Pramono berpesan agar para lulusan STISIP Imam Banjol agar mampu menjaga kredibilisa almamater, mengembangkan diri dengan terus belajar dan menjaga nama baik Tuanku Imam Bonjol yang selalu tampil di depan dalam setiap langkah perjuangan.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris STISIP Imam Bonjol Yohanis, didampingi Ketua Prodi Ilmu Administrasi Negara Berian Hariadi, menyebutkan bahwa sekolah tinggi yang menyandang nama besar Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol itu mencatatkan 300 lebih mahasiswa dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Pemerintahan yang digembleng oleh 18 orang dosen tetap dan sejumlah dosen lainnya. Kedua Prodi ini telah terakreditasi B (Ilmu Administrasi Negara dan proses menuju akreditasi B (Ilmu Pemerintahan).

Disampaikan juga, STISIP Imam Bonjol juga disebut-sebut sebagai sekolah tinggi yang idealis di bawah kepemimpinan Ketua STISIP/Ketua Yayasan Imam Bonjol Drs. Azhari, yang juga pernah menjabat Walikota Padang dan berlanjut hingga kepemimpinan Drs. Adi Irwan Azhari (Ketua Yayasan) dan Drs. Wahyu Pramono, M.Si (Ketua STISIP).

Dari segi biaya pendidikan, STISP Imam Bonjol yang bermarkas di Jl. Koto Tinggi di Padang itu juga memberikan biaya yang cukup terjangkau, tidak terlalu komersial.

Sementara, Adi Irwan Azhari, selalu Ketua Yayasan STISIP Imam Bonjol, berjanji akan terus meningkatkan kapasitas ruang belajar dengan fasilitas digital yang kini sudah diharuskan di seluruh perguruan tinggi untuk antisipiasi Pandemi Covid-19. Juga mendorong peningkatan kualitas sumberdaya manusia STISIP Imam Bonjol itu sendiri.

Kita Peduli!

Adi juga berpesan agar para alumni STISIP Imam Bonjol ikut berperan mendorong kemajuan perguruan tinggi ini di masa mendatang. Untuk itu, organisasi alumni yang beberapa waktu ini vakum diharapkan bisa dihidupkan kembali. (003)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2021




      sumbar