Pjs Bupati Agam Beni Warlis memaparkan Transparasi Dana Desa kepada TPKTDD Sumbar 2020, Senin (23/11/2020). (Foto: Ist.)


Pemerintahan

Soal Transparasi Dana Desa, Pjs Bupati Agam Optimis Daerahnya Jadi yang Terbaik

BUKITTINGGI (SumbarFokus)

Pjs Bupati Agam Beni Warlis eksposes pengelolaan dana desa di Kantor Perwakilan Agam, Belakang Balok Bukittinggi. Beni Warlis bersama jajaran terkait menunggu Tim Penilai Kompetensi Transparansi Dana Desa (TPKTDD) Sumbar 2020 yang dikoordinir Kabid PMD Sumbar Azwar. Dipastikan, sejak lima tahun ini sudah tidak ada lagi soal problematika sosial ke masyakatan di Kabupaten Agam.

"Sesama agam adalah keluarga, sesama muslim bersaudara, ditanam harus menanam kebaikan kebaikan mako bisa manjadi," ujar Beni Warlis, Senin (22/11/2020).

Bahkan semangat itu, kata Beni Warlis, jauh sebelum adanya SDGs, Agam telah berbuat sebelum yang lain memikirkannya.


"Agam itu daerah dengan geografis yang komplek ada laut, danau, sungai, gunung dan lembah, semuanya potensi buat Agam tacelak tapi tetap mengedepankan nilai nikai Adat Basansi Syarak Syarak Basandi Kitabullah," ujar Beni.

Tantangan Agam adalah rawan bencana alam dan konsumsi hasil pertanian tinggi tapi rimbo tidak ada lagi nan bisa taruko (lahan pertanian sempit). Sedangkan terkait soal partisipasi politik ternyata Agam lebih canggih yakni pemilihan walinagari dengn e-votting termasik pengelolaan keuangan dengan aplikasi khusus.

"Nagari di Agam punya kader teknis nagari seperti kader mengelola keuangan nagari sehingga sinkron dengan aturan dan aplikasi, dna kader teknis ini mengisi berbagai bidang yang mendapat pembinaan dari OPD terkait," ujar Beni.

Heranof, anggota TPKTDD Sumbar 2020, lebih menekankan kepada penajaman terutama tentang pemanfaatan aplikasi elektronik yang banyak di Agam.

"Saya ingin tahu saja apakah tidak ada kendala dalam penerapan elektronik tenknologi informasi yang banyak dipakai di Agam," ujar Heranof.

Sementara, Adrian Tuswandi bagian dari TPKTDD Sumbar 2020 menilik soal pemahaman pimpin daerah tentang transparansi dana  desa di 83 nagari di Agam.

Kita Peduli!

"Bagaimana penerapan e-aplikasi tadi ketika ada nagari yang masih blank spot area. Terus, seberapa jauh Pak Bupati merasakan transparan  dana desa di nagari?" tanya Adrian.

Feri Ganto mengatakan bahwa 82 nagari di Agam dua nagari belum terjamah jaringan internet.

"Jaringan internet penting untuk transparansi jika ada nagari tak terjamah internet, meski ada sisitem aplikasi dan Agam lengkap tapi butuh upgrading internet supaya tidka kaku, sebab regulasi di tingkat pemerintahan di atas sering terjadi berubah-ubah,"ujar Feri.

Sementara, Rusdi Lubis juga menggali soal kiat Pemkab Agam menyikapi perubahan atas regulasi di atas.

"Atau bertahan di Pergub  untuk mengakomodir perubahan regulasi, pasalnya sudah ada dampak 476 kegiatan ditetapkan, 209 bisa dilakukan selebihnya dialihkan karena dampak covid-19," ujar Rusdi Lubis. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020




      agamsumbar