Ketua Bawaslu Sumbar Surya Efitrimen ketika Rakor Netralitas ASN, TNI, dan Polri di Padang, Rabu (27/3/2019) lalu. (Foto: Wahyu)


Politik

Soal Tingkat Kerawanan Pemilu, Sumbar Kembali Tiga Besar se-Indonesia

PADANG (SumbarFokus)

Tingkat kerawanan Pemilihan Umum (Pemilu) di Sumatera Barat (Sumbar) kembali pada peringkat ke tiga se-Indonesia. Hal ini berdasarkan hasil pemutakhiran Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dirilis Bawaslu RI pada 9 April 2019.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumbar, Surya Efitrimen saat menghadiri acara dalam video conference dengan jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (10/4/2019) di Padang.

Padahal, akhir bulan yang lalu Sumbar dinyatakan kategori provinsi yang aman untuk melaksanakan Pemilu. Hal ini dikarenakan IKP Sumbar turun drastis pada peringkat ke tiga, menjadi posisi ke-26 dari 34 provinsi di Indonesia.

Iklan Dalam Berita

BACA JUGA Tingkat Kerawanan Turun Drastis, Pemilu di Sumbar Dinilai Aman

“Dari IKP terakhir, Pemilu di Sumbar paling rawan. Indeks kerawanan itu bukan hanya dilihat dari berapa kasus yang ditangani Bawaslu. Tapi dilihat berdasarkan penghimpunan data dari masing-masing daerah,” terang Surya.

Selain itu, IKP ini juga dilihat berdasarkan evaluasi Pemilu sebelumnya, serta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanalan terakhir di Sumbar, dan beberapa indikator lainnya. Misalnya, sosial politik masyarakat, kenotestasi, serta peran partisipasi masyarakat.

Meskipun begitu, IKP ini membantuk Bawaslu dalam menentukan pengawasan untuk memetakan potensi permasalahan. Maka sebab itu pula, persiapan menjelang hari pemungutan suara, akan meningkatkan kapasitas pengawas TPS dengan melakukan bimbingan teknis.

“Jadi kita akan melakukan pengawasan di setiap kabupaten dan kota menjelang pemungutan serta perhitungan suara. Upaya ini untuk memastikan proses Pemilu yang jujur dan adil,” tukasnya.

Lebih lanjut kata Surya, jumlah temuan dan laporan yang ditangani Bawaslu Sumbar yakni sebanyak 37 temuan dan 50 laporan. Dari temuan dan laporan itu, terdapat 18 dugaan pelanggaran pidana dari temuan dari laporan 24 dugaan pidana.

“Dari temuan dan laporan itu yang diproses sudah enam putusan yang dikeluarkan pengadilan, empat sudah inkrah dan dua sedang banding di pengadilan tinggi,” pungkasnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *