Sebanyak 12 rektor LPTK membacakan deklarasi 12 hasil Konaspi IX tahun 2019 di Auditorium UNP, Jumat (15/3/2019). (Foto: Wahyu)


Lain-lain

Singgung Soal "Nyoblos", Rektor UNP Bantah Adanya Kampanye di Konaspi IX

PADANG (SumbarFokus)
Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri membantah adanya unsur politik dalam acara Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IX, yang dilaksanakan pada 13-16 Maret 2019 yang lalu. Pernyataan itu menangkis banyaknya tuduhan bahwa ada agenda politik dalam acara tersebut. Seperti diketahui, pada malam pembukaan Konaspi IX ini beberapa waktu kemarin, Menristekdikti menyinggung tentang pencoblosan untuk Pemilu 17 April 2019 mendatang.

"Konaspi ini murni pertemuan ilmiah, dan kegiatan akademik, jadi tidak ada unsur politik atau kampanye," kata Ganefri usai penutupan Konaspi IX yang dihibur aksi IP Band di Padang, Sabtu (16/3/2019).

Menurutnya adanya tuduhan tersebut wajah-wajar saja, sebab saat ini memang merupakan tahun politik, sehingga setiap kegiatan banyak dikait-kaitkan dengan kampanye. Apalagi, sebelumnya presiden atau wakil presiden akan hadir dalam Konaspi IX di UNP tersebut.

Namun karena ada beberapa hal, hanya ada beberapa menteri, Dewan Pembina BPIP, Kapolri, dan Panglima TNI yang bisa hadir sebagai pembicara. Semua pembahasan disampaikan terkait pendidikan, bukan tentang kampanye.


"Konaspi ini pertemuan ilmiah terbesar bagi pemimpin Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan (LPTK) se Indonesia. Jadi yang dibicarakan tentang nasib LPTK ke depannya, bukan tentang kampanye," jelas Ganefri.

Terkait pembahasan Konaspi IX itu, Ganefri mengatakan pendidikan ke depannya difokuskan  pada aspek-aspek krusial, untuk mendukung ketercapaian kinerja Kemenristekdikti, melalui Pendidikan Berbasis Riswt dan Kerjasama (IdREN). 

Setidaknya, ada bebarapa hal yang dibahas dalam Konaspi IX yang dihadiri akademisi, politisi, akademisi, dan pebajat pemerintahan itu. Di antaranya, terkait pemahaman nilai karakter Pancasila, kompetensi di era disrupsi, pengembangan kurikulum, kualitas pembelajaran, pembangunan sektor pendidikan di era disrupsi.

"Setidaknya ada 12 rekomendasi hasil Konaspi IX itu, untuk menciptakan Generasi Emas 2045, melalui penguatan pendidikan untuk menghadapi revolusi industri 4.0, terutama bagi perguruan tinggi LPTK," katanya.

Dalam pemparannya diketahui, Konapsi IX di UNP tahun 2019 ini merupakan yang termegah dan terbanyak pesertanya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap, pelaksanaan Konaspi ini bisa menjadi evaluasi, agar pelaksanaan Konaspi berikutnya bisa lebih baik lagi.

"Konaspi berikutnya akan dipercepat, yang biasanya empat tahun sekali, menjadi dua tahun sekali. Alasannya karena perkembangan teknologi begitu cepat, jadi kita juga dituntut berpikir dan bertindak cepat," ujarnya.

Kita Peduli!

Sementara Ketua Umum Konaspi Syawal Gultom, sangat mengapresiasi atas keberhasilan UNP menjadi tuan rumah Konaspi IX tahun 2019 ini. Melalui Konaspi IX ini, ia berharap peran LPTK bisa sesuai jalurnya yang semestinya sebagai perguruan tinggi, yang berperan membangun peradaban.

Sebelumnya, diketahui, penilaian bahwa agenda politik pada Konaspi IX ini muncul karena adanya ucapan Menristekdikti Mohammad Nasir di akhir pidatonya pada Rabu (13/3/2019) malam, yang mengajak peserta menyoblos pada Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang, seolah-olah mengkampanyekan salah satu Capres-Cawapres.

"Pada tanggal 17 nanti, jangan lupa kalau 'nyoblos' jangan pilih dua. Batal itu. Salah itu, Pak! "nyoblos" itu satu saja," kata Nasir sebelum membuka Konaspi IX secara resmi saat tersebut. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020