Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat ditemui terkait ditetapkannya Tambang Batubara Omblin Sawahlunto sebagai Warisan Dunia dari UNESCO, Senin (8/7/2019). (Foto: Wahyu)


Lain-lain

Setelah Tambang Batubara Ombilin, Sumbar Ajukan Silek dan Randang Jadi Warisan Dunia

PADANG (SumbarFokus)

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) akan mengajukan Silek dan Randang setelah berhasil menjadikan Tambang Batubara Ombilin di Kota Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO.

"Kita memiliki banyak potensi untuk diajukan ke UNESCO. Tahun ini Silek, tahun depan Randang, tapi kalau Rumah Gadang masih banyak kajian," ungkap Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Senin (8/8/2019).

Menurutnya, dengan penetapan sebagai warisan dunia, beberapa budaya Sumbar akan lebih diakui secara internasional dan menjadi perhatian warna dunia. Bahkan, UNESCO selaku lembaga di bawah PBB akan berkontribusi pada warisan tersebut.


“Tenti ini sangat membanggakan bagi kita. Belajar dari Prambanan dan Borobudur, mereka mendapatkan perhatian tim ahli dari UNESCO,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk mengusulkan budaya-budaya yang ada di Sumbar menjadi warisan dunia, perlu kajian yang selektif. Apalagi, bukan hanya Sumbar yang mengusulkannya ke UNESCO, nanyak negara lainnya yang juga berusaha menjadi bagian warisan dunia.

"Proses pengajuannya sangat panjang, contohnya termasuk dalam penetapan kawasan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto ini," kata Irwan.

Selain itu, kemungkinan pantun minang juga bisa diajukan sebagai warisan dunia. Apalagi Minangkabau memiliki sejarah, dan bahannya ada di perpusatakaan Laiden Belanda. Sangat disayangkan, jika pantun milik orang Minang tidak diakui dunia atau tidak dilestarikan generasi muda.

"Pantun Minang ini naskah aslinya ada di Belanda, kita sendiri tidak punya. Saya pernah ketemu Anwar Ibrahim dari Malaysia. Dia menulis pantun Minang bahannya dari Belanda," terang Irwan.

Terkait penetapan warisan dunia Tambang Batubara Ombilin di Sawahlunto, berimbas ke sepanjang jalur kereta api yang dilalui untuk mengangkut batubara. Di antaranya, mulai dari Sawahlunto, Bukit Putus, hingga Teluk Bayur Kota Padang, serta berkaitan dengan beberapa daerah lainnya.

“Setidaknya ada tujuh kabupaten/kota, yang ada kaitannya dengan Sawahlunto, seperti Kabupaten Solok, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, dan Kota Padang," paparnya.

Diketahui, Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia pada sesi Sidang ke-43 Komite Warisan Dunia UNESCO PBB di Gedung Pusat Kongres Baku di Baku, Azerbaijan.

Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto ini, ialah warisan dunia ke-9 dimiliki Indonesia, dan ke-5 khusus warisan budaya dunia dari Indonesia. Adapun empat warisan budaya lainnya, yakni Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Sangiran ( 1996), sistem Subak di Bali (2012). 

Kemudian Indonesia juga memiliki emoat warisan dunia lainnya yang kategori alam, yakni Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), Hutan Tropis Sumatera (2004), dan Taman Nasional Ujung Kulon (1991). (005

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *