Kapolresta Padang AKBP Imran Amir memberi arahan di lokasi demonstrasi penolakan UU Ciptaker, Jumat (9/10/2020). (Foto: FAJAR SATRIA))


Peristiwa

Seratusan Remaja Diamankan Polisi di Lokasi Demonstrasi, Ada yang Bawa Senjata Tajam

PADANG (SumbarFokus)

Total sebanyak 168 remaja, yang berada di sekitar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (9/10/2020), per pukul 19.00 WIB, telah diamankan jajaran Polresta Padang demi mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Para remaja tersebut bukan mahasiswa, namun pelajar dan pengangguran.

Di hari ke-tiga demonstrasi penolakan UU Ciptaker di area DPRD Sumbar ini, polisi melakukan patroli dan penyisiran di sekitar lokasi demontrasi, sehingga menemukan para remaja yang terindikasi hendak membuat kerusuhan.

Diungkapkan oleh Kapolresta Padang AKBP Imran Amir, di antara 168 orang, yang sebelumnya di sore hari diamankan 87 orang, ada yang membawa senjata untuk menganiaya masyarakat dan petugas yang mengawal aksi. Disebutkan juga, 5 di antara 168 orang tersebut merupakan perempuan.


“Kita juga mengamankan sebanyak 53 kendaraan roda dua,” imbuh Kapolres.

Sebelumnya, diketahui, puluhan remaja melakukan aksi ricuh di DPRD Sumbar, dengan melempari petugas dengan batu dan membawa senjata tajam. Menurut Kapolres, mereka diduga dibayar oknum tidak bertanggungjawab untuk melakukan hal tersebut. Temuan ini, disebutkan, terus didalami oleh polisi, demi mengetahui siapa aktor intelektual yang bermain di baliknya.

Kapolres juga menyampaikan, para remaja yang ikut dalam suasana demontrasi menolak UU Cipta Kerja dan diamakan sehari sebelumnya itu, Kamis (8/10/2020), merupakan pelajar dan pengangguran, yang berasal dari luar Kota Padang seperti Padang Pariaman, Dharmasraya, dan lainnya.

Setiap remaja tersebut dibayar Rp50 ribu per orang dan diberi makan oleh oknum tersebut dan mereka memang dikondisikan untuk membuat ricuh atau chaos.

"Aksi mereka ini terkoordinir dengan baik dan kita akan kejar aktor intelektualnya," sebut Kapolres.

Polresta Padang sendiri menurunkan 1.500 personel ditambah 100 personel dari Batalyon 133 Yudha Sakti yang membantu pengamanan aksi unjuk rasa yang digelar pada Jumat ini. (005)

Kita Peduli!

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020