Seledri bisa memecah lemak menjadi fragmen yang lebih kecil. (Foto: Ist.)


Gaya Hidup

Seperti Apa Jus Seledri dan Kacang Bisa Kendalikan Berat Badan?

JAKARTA (SumbarFokus)

Mengonsumsi jus seledri setiap hari sebelum makan sarapan, sekitar 475 ml atau setara sembilan tangkai, ternyata dapat menurunkan berat badan. Daya tarik nyata terhadap jus ini karena kandungan multivitamin lalu kalium, mangan, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin seperti B6, A, C dan K, lalu folat.

Untuk menambah nutrisi serta rasa, orang kadang menambahkan bubuk protein atau irisan alpukat ke dalam jus.

Apakah jus ini ampuh menurunkan berat badan? Meskipun ada banyak orang mengiyakan, karena seledri berpotensi memecah lemak menjadi fragmen yang lebih kecil dan pada akhirnya melarutkan sel-sel lemak yang disimpan di dalam hati.


Namun, seperti dilansir Medical Daily, belum ada penelitian yang mendukung hal itu.

Salah satu alasan beberapa orang merekomendasikan jus seledri untuk menurunkan berat badan karena 450 ml mengandung 85 kalori.

Karena penurunan berat badan tergantung pada jumlah kalori yang dikonsumsi dan dibatasi per hari, jus seledri dianggap sebagai alternatif yang sehat untuk minuman manis.
Faktanya, jus seledri bisa memainkan peran ini tetapi tidak menjadi satu-satunya pendorong hasil akhir turunnya berat badan.

Sebagai kesimpulan, satu makanan atau minuman saja tidak dapat membantu mencapai berat badan ideal seseorang karena penurunan berat badan lebih berkelanjutan ialah melalui adopsi gaya hidup yang terintegrasi, olah raga dan makanan bernutrisi.

Sementara, dua studi klinis menunjukkan satu porsi kacang setiap hari dapat menahan berat badan ekstra yang cenderung menumpuk saat seseorang tumbuh dewasa.

Salah satu studi ini dipublikasikan dalam jurnal, BMJ Nutrition, Prevention & Health pada tahun 2018, seperti dilansir Medical Daily. Dalam studi, lebih dari 155.000 pria dan wanita di seluruh Amerika Serikat terlibat.

Kita Peduli!

Analisis data memperlihatkan, mengkonsumsi setidaknya setengah porsi kacang sehari berhubungan dengan pencegahan penambahan berat 0,74 kg atau berisiko 23 persen lebih rendah mendapatkan lima kilogram atau lebih dan risiko obesitas selama periode empat tahun.

Para peneliti menduga, mengunyah kacang membutuhkan banyak upaya, membuat orang lebih kecil kemungkinannya untuk makan apa pun. Tentu saja, kacang tinggi serat, yang meningkatkan rasa kenyang.

Kacang juga menunda pengosongan perut, sehingga menekan rasa lapar dan membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Selain itu, serat kacang lebih baik mengikat lemak di usus, yang menyebabkan lebih banyak kalori dikeluarkan.

Studi juga mengonfirmasi kacang-kacangan yang tinggi lemak tak jenuh membantu mengubah kalori menjadi energi dengan laju yang lebih cepat.

Para peneliti juga menyebutkan bahwa hasil studi menunjukkan peningkatan konsumsi total kacang-kacangan atau semua jenis kacang (termasuk kacang tanah) dikaitkan dengan berkurangnya penambahan berat badan jangka panjang. (001)

 

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018