Menristekdikti Mohammad Nasir menyentil profesor yang tidak melakukan riset dan publikasi, usai membuka Konaspi IX secara resmi di UNP, Rabu (13/3/2019) malam. (Foto: Wahyu)


Pendidikan

Sentil Soal Riset, Menristekdikti Minta Profesor Jangan Nikmati Tunjangannya Saja

PADANG (SumbarFokus)
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) RI Mohammad Nasir menyentil profesor perguruan tinggi di Indonesia, karena tidak lagi melakukan riset dan publikasi, yang seharusnya penting dilakukan.
 
Pernyataan itu disampaikan Nasir, saat membuka Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IX di Universitas Negeri Padang (UNP), pada Rabu (13/3/2019) malam. Ia sangat menyayangkan, banyaknya profesor hanya menikmati tunjangan kehormatan, tetapi sangat minim publikasi.
 
"Profesor atau guru besar seharusnya banyak melakukan riset dan publikasi, jangan hanya bisa menikmati tunjangannya saja," sebut Nasir saat ditanyai awak media usai pembukaan Konaspi IX di hadapan ratusan dosen dari berbagai perguruan tinggi yang hadir.
 
Ia mengungkapkan jumlah profesor di Indonesia saat ini yang melakukan riset dan publikasi masih sedikit. Pasalnya, ia mencatat hanya sekitar 2.250 orang yang masih melakukan riset dan publikasi, dari jumlah keseluruhan 5.500 profesor yang ada di Indonesia.
 
"Jumlah profesor yang masih melakukan riset dan publikasi ini, masih sangat rendah sekali, padahal itu wajib dilakukan," sambungnya.
 
Meskipun demikian, Nasir sangat mengapresiasi dosen yang aktif melakukan riset dan publikasi. Terutama bagi dosen-dosen muda setingkat lektor, dan asisten ahli. Ia juga terus mendorong sekaligus mengingatkan, agar tahun 2019 ini profesor mau kembali melakukan riset dan publikasi.
 
"Jumlah riset kita saat ini baru 31.850 publikasi, masih kalah jumlah dari Malaysi yang mencapai 38.770 publikasi. Kita berharap akhir 2019 ini profesor bisa meningkatkan risetnya, agar lebih unggul dari negara lain," harap Nasir. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018