Lomba Vlog Pemilu yang digelar KPU Sumbar dan IJTI Sumbar. (Ist)


Lain-lain

Semarakkan Pemilu, KPU dan IJTI Sumbar Gelar Lomba Vlog

PADANG (SumbarFokus)

Demi menyemarakkan pesta demokrasi Pemilu serentak 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) dan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Sumbar menggelar lomba Video Blogger (Vlog).

Lomba Vlog ini dilakukan untuk menyasar anak muda, agar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April nantinya. Lomba ini sekaligus memotivasi generasi muda, apalagi pemilih pemula yang sudah terdaftar di DPT, agar tidak golput.

Ketua IJTI Sumbar John Nedy Kambang mengatakan, Lomba Vlog ini digelar dua kategori. Kategori pertama, Lomba Vlog mengajak datang ke TPS untuk memilih. Kategori kedua, Lomba Vlog dengan tantangan memperlihatkan jari yang sudah bertinta, ketika usai memilih.

Iklan Dalam Berita

"Dua lomba ini, vlogger ditantang membuat video mengajak masyarakat untuk memilih, dan video ketika telah memilih di TPS," sebut John, Jumat (12/4/2019) di Padang.

Berdasarkan penuturannya, kegiatan ini digelar sebagai wujud partisipasi jurnalis untuk menyukseskan Pemilu 2019. Bahkan, peserta lomba ini tidak hanya jurnalis, masyarakat umum dengan berbagai profesi juga bisa menjadi peserta.

Cara untuk ikutan Lomba Vlog ini cukup mudah, hanya berkreasi melalui video, direkam dengan kamera jenis apapun, edit, dan diunggah ke akun instagram masing-masing. Bagi video kreasi yang terpilih, akan diberikan uang tunai dengan total Rp7,5 juta masing-masing kategori.

"Batas akhir mengunggah video mengajak ke TPS sampai 17 April 2019, dan video usai menyoblos batas akhirnya 18 April 2019, masing-masing pukul 18.00," terangnya.

Lomba vlog ini digelar dua kali. Yang pertama lomba vlog mengajak untuk datang ke TPS. Batas akhir upload video tanggal 17 April 2019. 

Lomba kedua adalah  setelah pencoblosan. Vlogger ditantang untuk membuat video sambil menperlihatkan jarinya yang sudah bertinta. Batas akhir pengiriman adalah 18 April 2019, pukul 18.00 WIB.

Selain itu, John menegaskan, setiap video yang diunggah peserta tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan dan hal yang melanggar hukum lainnya. Kemudian, dalam video tidak dibenarkan ada unsur kampanye.

Bukan itu saja, demi menjaga netralitas lomba ini, dalam video vlogger juga dilarang memihak ke partai politik, mengajak untuk Golput, dan menampilkan simbol-simbol lain yang mengarah pada dukungan terhadap ke Caleg, Capres-Cawapres tertentu.

"Kita tegas dalam hal ini, lomba vlog murni untuk sosialisasi datang ke TPS untuk memilih, bukan berkampanye. Jika ada vlogger yang memuat unsur tersebut kita akan langsung coret," jelas John.

KPU Sumbar menyambut positif kegiatan, sebab bisa menjadi sosialisasi kepada masyarakat luas, terutama untuk kaum millineal. Maka, bagi vlogger yang ingin mengikuti lomba ini, diharapkan bisa membaca syarat dan ketentuan lomba dengan cemat.

"Kita berharap pemilih pemula hadir mencoblos, dan meramaikan TPS tanggal 17 April. Lomba vlog ini salah satu media yang efektif untuk sosialisasi," ungkap KPU Sumbar, Gebril Daulay. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *