Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit foto bersama Camat se-Sumbar usai Raker Pemprov di Kota Padang, Rabu malam (25/10/2018). (Ist)


Pariwisata

Seluruh Camat di Sumbar Diimbau Kembangkan Pariwisata

PADANG (SumbarFokus)

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit meminta kepada seluruh camat di setiap kabupaten/kota untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam menjaga serta mengembangkan destinasi wisata yang ada di daerah masing-masing.

Menurut dia, sektor pariwisata di Sumbar sangat menjanjikan untuk mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk juga berperan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saya yakin seluruh camat pasti bisa melahirkan ide-ide baru yang keratif untuk menggarap potensi yang ada, terutama bidang pariwisata," kata Nasrul Abit saat pembukaan Rapat Kerja (Raker) Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan Camat se-Sumbar, di sebuah hotel Kota Padang, Rabu malam (24/10/2018).


Nasrul Abit meminta para camat dan walinagari untuk memetakan potensi pariwisata yang ada. Menurutnya, jika suatu daerah bisa menggarap serta memajukan pariwisata maka akan berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat, terutama peningkatan PAD.

"Kalau pariwisata kita maju pasti wisatawan semakin banyak yang datang, sehingga kebutuhan penginapan, transportasi, dan makanan akan meningkat, serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pasti juga akan berkembang,” sebut mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode ini.

Wagub menyebutkan, tidak perlu banyak lokasi wisata di satu daerah. Meskipun suatu daerah hanya memiliki satu atau dua destinasi wisata tetapi bisa dikelola dengan baik dan akan mampu memberikan dampak yang baik pula bagi masyarakat sekitarnya.

Ia mencontohkan beberapa pengembangan pariwisata yang baik di wilayah Sumbar, diantaranya Kabupaten Limapuluh Kota sekitar Kelok Sembilan, dan Pesisir Selatan dengan Kawasan Wisata Mandeh. Kedua daerah ini bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya, kata Nasrul Abit.

"Tapi yang terpenting harus didahului dengan perencanaan matang, dalam artian muncul berdasarkan kesepakatan dari bawah dan disepakati pula oleh tingkat selanjutnya, lalu diproses menjadi lokasi wisata," tambah Nasrul Abit.

Kemudian bagi daerah yang sudah memiliki destinasi wisata, Nasrul Abit juga meminta untuk dapat memeliharanya dengan baik. Dalam hal ini kata dia, semua elemen masyarakat harus bisa merangkul dan saling bersinergi demi kepedulian terhadap pariwisata.

Kita Peduli!

"Kita bisa belajar terkait yang terjadi dengan Danau Maninjau dan Danau Singkarak sebagai tanggung jawab semua pihak. Baik bupati atau walikota, tokoh masyarakat dan adat, camat, walinagari untuk mengubah pola pikir masyarakat dan oknum-oknum yang hanya memikirkan keuntungan saja agar peduli pariwisata," katanya.

Sementara Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Sumbar Iqbal Ramadi Payana mengatakan, Raker ini berlangsung selama dua hari, yakni 24-25 Oktober 2018. Adapun jumlah peserta sebanyak 198 orang, dengan rincian 179 orang camat dan 19 orang bagian pemerintahan kabupaten/kota.

“Semoga setelah Raker ini pengelolaan destinasi pariwisata Sumbar semakin lebih baik ke depannya," harap Iqbal. (005)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018