Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat menerima Tim Ekspedisi 34 Gubernur dari APPSI di Istana Gubenur, Selasa (18/9/2019). (Foto: Wahyu)


Ekonomi

Sektor Pertanian Masih Menjadi Andalan di Sumbar

PADANG (SumbarFokus)

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan, 23,8 persen penerimaan daerah di Sumbar dari pertanian dan perputaran ekonomi terbesar juga di pertanian.

“Sebab di Sumbar tidak ada industri besar kecuali Semen Padang sehingga kesejahteraan rakyat ialah dari kesejahteraan petani," sebut Irwan di hadapan Tim Ekspedisi 34 Gubernur dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Istana Gubenur, Selasa (18/9/2019).

Irwan melihat pihak utama yang perlu disejahterakan di Sumbar adalah para petani. Ia juga mengarahkan semua dinas di Sumbar agar fokus menyejahterakan petani. Alasannya Sumbar adalah provinsi dengan penerimaan daerah terbesar dari sektor pertanian.


Meskipun begitu pihaknya juga tidak mengesampingkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Upaya itu dilakukan salah satunya dengan Gerakan Pensejahteraan Petani, yakni menjadikan petani mampu memenuhi kebutuhan pangannya terlebih dahulu.

“Gerakan Pensejahteraan Petani diurus semua dinas tidak hanya Dinas Pertanian dengan memberikan bibit sayur, hingga hewan ternak agar petani punya modal untuk kebutuhannya," jelas Irwan.

Ia mengakui bahwa tingkat kemiskinan di Sumbar masih mencapai 6,8 persen. Disebutkannya, kemiskinan di Sumbar jauh lebih rendah dibanding dengan provinsi lainnya dan terus menurun setiap tahun. Salah satunya dengan cara meningkatkan kesejahteraan petani.

Selama ini kata Irwan, pihaknya menyejahterakan petani dengan membuat rumah petani menjadi rumah pangan lestari, memberikan bibit sayuran, dan bibit perkebunan. Kemudian, pihaknya juga memberikan bibit itik, serta memberikan bibit ikan.

Selain itu pihaknya juga mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan agar tetap bersinergi dengan pengelola Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM). Alasannya UMKM memiliki konsep yang unik dengan berbagai keunggulan, yakni spesifik, fleksibel operasional, struktur biaya rendah, dan adanya kecepatan inovasi.

"Jika bantuan bibit itu berhasil minimal bisa untuk makan sendiri sehingga tidak perlu membeli. Selebihnya petani bisa mendapat penghasilan tambahan dengan menjualnya," pungkas Irwan. (005)

 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




      padangsumbar