Dengan bertambahnya 12 SK TP2DD oleh masing-masing Kepala Daerah, maka seluruh Kabupaten/Kota danProvinsidi Sumatera Barat telah membentuk 100 persen TP2DD berjumlah 20 TP2DD. (Foto: Ist.)


Lain-lain

Seiring Momen FEKDI, Seluruh TP2DD di Sumbar Telah Terbentuk

PADANG (SumbarFokus)

Bertema Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia, Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 telah sukses digelar oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) bersama Kementerian/Lembaga, asosiasi dan pelaku industri, 5-9 April 2021. Bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, berbagai kegiatan dilakukan dalam momen kegiatan tersebut.

Menjelang Puncak Acara FEKDI 2021, Sumatera Barat sendiri telah membentuk 100 persen Tim Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

FEKDI di Sumatera Barat digelar di pada Senin-Jumat (5/4/2021), dengan mengadakan nonton bersama dengan Pemda se-Sumbar, FORKOMPINDA Provinsi, Perbankan Kota Padang, Dinsos se-Sumbar, OPD dan asosiasi-asosiasi terkait menyaksikan gelaran peluncuran (launching), pameran (showcase), diskusi, wawasan pimpinan (leader's insight), gelar wicara (talkshow), dan penandatanganan SK TP2DD sebelas Kabupaten/Kota di Sumatera Barat serta pemberian penghargaan kepada stakeholder.


Kepala BI Sumbar Wahyu Purnama A menyampaikan, saat kegiatan, dengan adanya FEKDI, diharapkan dapat mendorong awareness pentingnya digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien, meningkatkan kolaborasi Otoritasi di Pusat dan Daerah, industri dan masyarakat dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia, mendorong optimalisasi inovasi dan stabilitas di bidang Ekonomi Keuangan Digital (EKD), serta mendukung pemulihan ekonomi

Beberapa acara digelar pada penutupan dengan sejumlah pemberian penghargaan di antaranya penghargaan untuk Bank Nagari Cabang Painan sebagai bank yang melakukan implementasi kawasan QRIS-QRIS kawasan pantai Carocok, QRIS musala dan masjid se-Kabupaten Pesisir Selatan serta QRIS 20 Puskesmas se-Pesisir Selatan; untuk Bank Nagari Cabang Sijunjung sebagai bank yang melakukan implementasi kawasan QRIS- Pembayaran Pelayanan Keur Dinas Perhubungan Kabupaten Sijunjung; untuk Bank Nagari Cabang Pariaman sebagai Bank yang melakukan implementasi kawasan QRIS-Los Lambuang Pasar Kurai Taji dan Destinasi Wisata Pantai Gandoriah; untuk Bank Nagari Padang Panjang Bank yang melakukan implementasi kawasan QRIS - Implementasi QRIS pada E-Retribusi Pasar Padang Panjang; untuk BRI wilayah Padang sebagai Bank terbaik I-Implementasi QRIS Pada Agen LKD dan QRIS pada Moda Transportasi Darat Transpadang; untuk Bank Mandiri area Padang sebagai Bank terbaik II-Implementasi QRIS pada Agen LKD; untuk BNI wilayah Padang sebagai Bank Terbaik III-Implementasi QRIS Pada Agen LKD serta Implementasi QRIS pada Los Lambuang Pasar Bukittinggi; dan untuk BSI cabang Padangsebagai Bank yang melakukan implementasi QRIS pada komunitas pendidikan keagamaan (pondok pesantren) pertama di Sumbar.

“Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat mendorong antusiasme para stakeholder untuk melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi pembayaran di seluruh wilayah Sumatera Barat,” sebut Wahyu.

Tidak hanya penganugerahan penghargaan, tetapi juga pada acara puncak dilakukan penandatanganan SK TP2DD sebelas Kabupaten/Kota dan satu SK TP2DD Provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, Kabupaten, Kepulauan Mentawai, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dengan bertambahnya 12 SK TP2DD oleh masing-masing Kepala Daerah, maka seluruh Kabupaten/Kota danProvinsidi Sumatera Barat telah membentuk 100 persen TP2DD berjumlah 20 TP2DD.

“Terbentuknya TP2DD Kabupaten/Kota diharapkan dapat mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) diseluruh wilayah Sumatera Barat yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, mendukung tata kelola, dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah, serta mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat guna mewujudkan keuangan yang inklusif, serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital khususnya di wilayah Sumatera Barat” tegas Wahyu. (000)

Kita Peduli!

PRESS RELEASE

FESTIVAL EKONOMI DIGITAL INDONESIA

SUMATERA BARAT TELAH MEMBENTUK 100% TIM PERCEPATAN DIGITALISASI DAERAH (TP2DD)

 

Seiring Momen FEKDI di Sumbar, Seluruh TP2DD Terbentuk

 

PADANG (SumbarFokus)

Bertema Bersinergi dalam Akselerasi Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan Indonesia, Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2021 telah sukses digelar oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Kemenko Perekonomian) bersama Kementerian/Lembaga, asosiasi dan pelaku industri, 5-9 April 2021. Bertempat di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, berbagai kegiatan dilakukan dalam momen kegiatan tersebut.

Menjelang Puncak Acara FEKDI 2021, Sumatera Barat sendiri telah membentuk 100 persen Tim Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

FEKDI di Sumatera Barat digelar di pada Senin-Jumat (5/4/ 2021), dengan mengadakan nonton bersama dengan Pemda se-Sumbar, FORKOMPINDA Provinsi, Perbankan Kota Padang, Dinsos se-Sumbar, OPD dan asosiasi-asosiasi terkait menyaksikan gelaran peluncuran (launching), pameran (showcase), diskusi, wawasan pimpinan (leader's insight), gelar wicara (talkshow), dan penandatanganan SK TP2DD sebelas Kabupaten/Kota di Sumatera Barat serta pemberian penghargaan kepada stakeholders.

Kepala BI Sumbar Wahyu Purnama A menyampaikan, saat kegiatan, dengan adanya FEKDI, diharapkan dapat mendorong awareness pentingnya digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien, meningkatkan kolaborasi Otoritasi di Pusat dan Daerah, industri dan masyarakat dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia, mendorong optimalisasi inovasi dan stabilitas di bidang Ekonomi Keuangan Digital (EKD), serta mendukung pemulihan ekonomi

Beberapa acara digelar pada penutupan dengan sejumlah pemberian penghargaan di antaranya penghargaan untuk Bank Nagari Cabang Painan sebagai bank yang melakukan implementasi kawasan QRIS-QRIS kawasan pantai Carocok, QRIS musala dan masjid se-Kabupaten Pesisir Selatan serta QRIS 20 Puskesmas se-Pesisir Selatan; untuk Bank Nagari Cabang Sijunjung sebagai bank yang melakukan implementasi kawasan QRIS- Pembayaran Pelayanan Keur Dinas Perhubungan Kabupaten Sijunjung; untuk Bank Nagari Cabang Pariaman sebagai Bank yang melakukan implementasi kawasan QRIS-Los Lambuang Pasar Kurai Taji dan Destinasi Wisata Pantai Gandoriah; untuk Bank Nagari Padang Panjang Bank yang melakukan implementasi kawasan QRIS - Implementasi QRIS pada E-Retribusi Pasar Padang Panjang; untuk BRI wilayah Padang sebagai Bank terbaik I-Implementasi QRIS Pada Agen LKD dan QRIS pada Moda Transportasi Darat Transpadang; untuk Bank Mandiri area Padang sebagai Bank terbaik II-Implementasi QRIS pada Agen LKD; untuk BNI wilayah Padang sebagai Bank Terbaik III-Implementasi QRIS Pada Agen LKD serta Implementasi QRIS pada Los Lambuang Pasar Bukittinggi; dan untuk BSI cabang Padangsebagai Bank yang melakukan implementasi QRIS pada komunitas pendidikan keagamaan (pondok pesantren) pertama di Sumbar.

“Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat mendorong antusiasme para stakeholder untuk melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi pembayaran di seluruh wilayah Sumatera Barat,” sebut Wahyu.

Tidak hanya penganugerahan penghargaan, tetapi juga pada acara puncak dilakukan penandatanganan SK TP2DD sebelas Kabupaten/Kota dan satu SK TP2DD Provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Pasaman, Kabupaten, Kepulauan Mentawai, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Dengan bertambahnya 12 SK TP2DD oleh masing-masing Kepala Daerah, maka seluruh Kabupaten/Kota danProvinsidi Sumatera Barat telah membentuk 100 persen TP2DD berjumlah 20 TP2DD.

“Terbentuknya TP2DD Kabupaten/Kota diharapkan dapat mendorong implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) diseluruh wilayah Sumatera Barat yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan transparansi transaksi keuangan daerah, mendukung tata kelola, dan mengintegrasikan sistem pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah, serta mendukung pengembangan transaksi pembayaran digital di masyarakat guna mewujudkan keuangan yang inklusif, serta meningkatkan integrasi ekonomi dan keuangan digital khususnya di wilayah Sumatera Barat” tegas Wahyu. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2020