Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dalam kegiatan peningkatan simulasi kebencanaan di Padang, Kamis (4/3l4/2019). (Foto: Wahyu)


Bencana

Rawan Bencana, Wagub Sumbar: BPBD Harus Gencar Sosialisasi Kebencanaan

PADANG (SumbarFokus)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) dikatakan wajib untuk terus menggencarkan sosialisasi dan pelatihan siaga bencana. Apalagi, Sumbar termasuk daerah yang rawan bencana.

"BPBD harus gencar sosialisasi dan pelatihan, tapi stakeholder terkait juga harus melakukan aksi di lapangan," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, saat kegiatan Peningkatan Simulasi dan Pelatihan Kebencanaan, Kamis (4/4/2019) di Padang.

Dijelaskan Nasrul, saat ini memang sudah ada beberapa daerah yang melakukan sosialisasi langsung ke lapangan. Contohnya, di Kota Padang sudah dilakukan sosialisasi kebencanaan ke 30 ribu rumah dan 100 sekolah.

Iklan Dalam Berita

"Padang sudah lakukan sosialisasi ke lapangan, maka untuk itu diharapkan daerah lain juga melakukan hal yang sama, dan langsung memberikan pemahaman ke masyarakat," terangnya.

Selain melakukan sosialisasi, pihaknya juga bersama stakeholder terkait telah melakukan penanaman pohon, di sepanjang pesisir pantai Sumbar. Penanam pohon ini dilakukan dengan berbagai pihak, seperti Korem, BPBD, dan Pemda.

"Kita telah mulai melakukan penanaman pohon di sepanjang pesisir pantai. Jadi kita minta kepala daerah agar mengajukan permohonan penanaman pohon ke Korem agar disiapkan bibit untuk ditanam," ulasnya.

Dikatakannya, dari hasil penelitian ketahanan pohon lebih kuat dibandingkan batu grip untuk menahan gelombang air laut. Pasalnya, batu grip hanya memecah, namun jika pohon akan menahan laju air yang naik kedaratan.

"Lenih kuat pohon menahan laju gelombang air laut daripada batu grip, itu berdasarkan penelitian dari BNPB," tukasnya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur menyebutkan kegiatan sosialisasin ini diadakan selama tiga hari, yakni tanggal 4-6 April 2019, dengan harapan bisa meningkatkan pemahaman kebencanaan stakeholder terkait penanganan bencana.

“Setidaknya, masyarakat paham dalam penanggulangan potensi bencana, terutama terkait rencana kontijensi, standar operasional prosedur (SOP), dan early warning system (EWS) tsunami agar lebih efektif dan terkoordinasi,” ujarnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *