Barang bukti terkait kasus LL ditunjukkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru, Rabu (12/2/2020) di Mapolres Metro Jakarta Barat. (Foto: Ist.)


Peristiwa

Ramai LL Tersandung Kasus Narkoba, MUI Ingatkan Haram Ubah Jenis Kelamin

JAKARTA (SumbarFokus)

Seiring ramainya belakangan ini pemberitaan kasus narkoba seorang youtuber berinisial LL, yang ditenggarai sebagai seorang transgender, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh mengingatkan tentang hukum haram mengganti jenis kelamin.

"Komisi Fatwa MUI menyampaikan fatwa terkait yang ditetapkan Juli 2010," kata Niam di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Dia menyebutkan mengubah alat kelamin dari pria menjadi wanita atau sebaliknya yang dilakukan dengan sengaja, misalnya dengan operasi kelamin, hukumnya haram. Haram tersebut, ditegaskan, juga berlaku bagi pihak yang membantu melakukan ganti kelamin.


Disampaikan juga, penetapan keabsahan status jenis kelamin akibat operasi pergantian alat kelamin tidak dibolehkan dan tidak memiliki implikasi hukum syar’i terkait pergantian tersebut.

“Kedudukan hukum individu yang mengganti kelamin sama dengan sebelum diganti jenisnya meski telah memperoleh penetapan pengadilan,” tegas Niam.

Niam membedakan hukum bagi seseorang yang berupaya menyempurnakan alat kelaminnya karena khuntsa atau ganda maka diperbolehkan.

"Menyempurnakan alat kelamin bagi seorang khuntsa yang fungsi alat kelamin laki-lakinya lebih dominan atau sebaliknya, melalui proses operasi penyempurnaan alat kelamin, maka hukumnya diperbolehkan," terang Niam.

Hukum boleh, lanjut dia juga berlaku bagi pihak yang membantunya.

Dia mengingatkan pelaksanaan operasi penyempurnaan harus berdasar atas pertimbangan medis bukan hanya pertimbangan psikis.

Penetapan keabsahan status jenis kelamin akibat operasi penyempurnaan, kata dia dibolehkan sehingga memiliki implikasi hukum syar’i.

"Kedudukan hukum jenis kelamin orang yang telah melakukan operasi adalah sesuai
dengan jenis kelamin setelah penyempurnaan, sekalipun belum mendapat penetapan pengadilan terkait perubahan status tersebut," jelas Niam. (001)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018