Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Candra. (Foto: Yeyen)


Ekonomi

Puluhan Sumur Tancap Disiapkan untuk Pastikan Lahan Penas KTNA 2020 Terairi

PADANG (SumbarFokus)

Pekan Nasional Kontak Tani dan Nelayan Andalan (Penas KTNA) 2020 sudah di depan mata. Persiapan yang dilakukan pemerintah daerah terkait terus mendekati sempurna. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar), berkolaburasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman dan Pemerintah Kota (Pemko) Padang, terus bersiap untuk menyambut ajang berkumpulnya para kelompok tani dan nelayan se-Indonesia dalam ajang Penas KTNA tersebut.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar Candra, dalam Penas KTNA ini akan berlangsung agenda gelaran teknologi. Gelaran teknologi ini nantinya akan diadopsi oleh para petani dan nelayan se-Indonesia yang menghadiri ajang tersebut. Tentu saja, Sumbar sebagai tuan rumah, sudah sewajibnya menyiapkan segala sesuatu demi berlangsung sempurnanya acara akbar nasional tersebut.

Untuk gelaran teknologi ini, kata Candra, telah disiapkan juga puluhan sumur tancap atau sumur bor, agar ketersediaan air di setiap area lahan gelaran teknologi bisa terjamin.


“Kita membuat sumur tancap atau sumur bor untuk setiap satu hektare lahan. Sehingga sumber airnya untuk lahan terjamin. Meskipun Batang Anai memang besar sekali, tapi kita butuh infrastruktur untuk mengairi lahan seluas sekitar 30 hektare ini. Ternyata airnya bagus. Baru 12 meter digali, sudah dapat air yang bagus. Kita berhasil. Jadi lahan sudah bisa dilakukan penanaman untuk gelaran teknologi,” terang Candra, baru-baru ini.

Terkait lokasi penyelenggaraan Penas KTNA 2020 ini, diakui, sempat ada permasalahan, di mana saat itu perlu ditetapkan berpindahnya lokasi gelaran dari Padang ke Padang Pariaman. Namun kendala ini tidak berarti mempersulit persiapan.

Disebutkan, saat ada permasalah ini muncul, langsung dicari lahan baru di Padang Pariaman, tepatnya di Kasang. Dan kesiapan lahan tersebut juga dinyatakan oleh Candra sudah oke, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan.

“Rencananya seusai aturan, sebetulnya untuk gelar teknologi, lahan sudah harus siap delapan bulan sebelum acara. Kalau bulan Juni, artinya November lahan sudah siap. Karena ada masalah kemarin, baru siap Januari ini,” ungkap Candra.

Dalam gelaran teknologi nantinya, dikatakan, banyak komoditas akan ditonjolkan, seperti padi rawa, komoditas dari kelompok hortikultura, tanaman hias, dan tanaman perkebunan.

Selain itu, peragaan teknologi juga dilakukan untuk bidang perikanan dan peternakan, misalnya teknologi untuk memproduksi ayam yang produktif bertelur di umur yang kecil, atau teknologi untuk nelayan.

Candra menyebutkan, pembukaan acara akan digelar di Padang Pariaman, karena lokasi pembukaan, menurut dia, tidak bisa dipisahkan dari lokasi gelaran teknologi.

“Apalagi ini nanti ada hubungannya dengan peragaan kepada RI 1 sebagai penilai, yang juga akan mempertanyakan mengenai kemajuan-kemajuan teknologi apa yang bisa diperlihatkan di bidang pertanian. Otomatis, acara pembukaan ini berada di dekat lokasi gelar teknologi,” jelas Candra.

Untuk Kota Padang, menurut dia, dibebankan untuk menyiapkan akomodasi penginapan. Selain itu, Kota Padang direncanakan untuk jadi lokasi penutupan acara akbar para petani dan nelayan ini.

“Salah satu kesuksesan penyelenggara dalam kegiatan ini adalah suksesnya mobilisasi para peserta KTNA. Karena itu, masing-masing daerah perlu menekankan jaminan bagi mobilisasi para peserta,” kata Candra.

Untuk penginapan, disebutkan, meskipun sudah ditetapkan untuk Kota Padang bertanggungjawab mengurus hal ini, namun tetap dilakukan antisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan saat pelaksanaan.

“Setidaknya 70 persen tamu menginap di Padang, 30 persen kita antisipasi, jika tidak cukup di Padang,” sebut Candra, mengingat jumlah yang hadir diperkirakan sekitar 50.000 peserta.

Untuk komposisi kegiatan, disebutkan Candra, komposisi gelar teknologi yang paling besar.

“Komposisinya berarti gelar teknologi sektiar 60 persen, expo 20 persen, seminar-seminar 15 persen, dan seremonial 5 persen. Sedangkan persiapan kita setidaknya sudah 80 persen. Kita optimis ini akan sukses,” pungkas Candra. (003)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018