Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan, saat memberikan keterangan pers didampingi Kasatreskrim AKP Edryan Wiguna, Kanit PPA, dan lainnya dengan menghadirkan tiga orang tersangka mucikari dalam kasus prostitusi online, Kamis (16/1/2020). (Foto: Ist.)


Hukum

Polisi Bongkar Prostitusi Online Libatkan Anak Bawah Umur di Padang

PADANG (SumbarFokus) 

Kepolisian Resor (Polres) Kota Padang, Sumatera Barat, membongkar praktik prostitusi online via aplikasi yang melibatkan pelajar di bawah umur. Sebanyak tiga orang mucikari diringkus.

"Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kasus ini terus kami dalami," kata Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan, saat memberikan keterangan pers didampingi Kasatreskrim AKP Edryan Wiguna, Kanit PPA, serta menghadirkan ketiga tersangka, Kamis (16/1/2020).

Mirisnya dua di antara tiga tersangka mucikari itu masih berusia anak-anak, yaitu AP (16 tahun), AS (16 tahun), dan seorang dewasa Fe (33 tahun). Ketiganya merupakan warga Padang. 


Mereka ditangkap polisi pada Rabu (15/1) pukul 01.30 WIB di kawasan Gor H. Agussalim, Kecamatan Padang Barat. Saat itu mereka sedang duduk di sebuah kafe. 

Sejauh ini ada dua perempuan yang sudah menjadi korban dari aktivitas hitam para tersangka. Ironisnya, keduanya juga masih berstatus di bawah umur.

Dari pemeriksaan polisi terungkap bahwa modus yang dilakukan tersangka adalah dengan memasukkan foto korban ke sebuah aplikasi berbasis daring (online) yaitu MiChat. Setelah terjadi kesepakatan dengan pria hidung belang, para tersangka kemudian mengantar korban ke hotel yang telah disepakati untuk eksekusi.

Polisi menjerat ketiga tersangka dengan pasal 76 i Juncto pasal 88 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perpu UU nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

“Para tersangka terancam pidana paling lama sepuluh tahun penjara serta denda maksimal Rp200 juta,” pungkas Kombes Pol Yulmar Try Himawan. (001)
 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018