Konferensi Pers Polda Sumbar terkait kasus jual beli merkuri atau air raksa secara ilegal, di Lantai IV Gedung Mapolda Sumbar, Kamis (16/1/2020) (Foto: Miftahul Ilmi)


Hukum

Polda Sumbar Ringkus Dua Penjual Merkuri Ilegal

PADANG (SumbarFokus)

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) meringkus dua pelaku dugaan tindak pidana memperdagangkan bahan berbahaya yaitu merkuri atau air raksa tanpa memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Bahan Berbahaya (SIUP-B2) berinisial ZR (49 tahun) dan RM (45 tahun).

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, Kamis (16/1/2020), mengatakan pelaku ZR ditangkap di Jorong Tanjung Salilok, Kenagarian Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, dan RM ditangkap di Jalan Adinegoro Simpang Kalumpang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. 

"Penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan jual beli B2 tanpa izin. Berdasarkan informasi tersebut, pada Rabu (8/1/2010) tim Subdit IV Tipidter Polda Sumbar melakukan penyelidikan ke Daerah Sikabau dan Kamis (9/1/2020) sekira pukul 04.30 WIB penyidik melakukan pengecekan ke rumah ZR dan dilakukan penangkapan dengan barang bukti 75 botol merkuri," jelasnya.


Sedangkan penangkapan terhadap tersangka RM juga dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang menyebut bahwa tersangka sering melakukan perdagangan merkuri dengan menggunakan satu unit mobil Daihatsu Feroza warna hijau di Kota Padang. 

Berdasarkan info tersebut pada Rabu (15/1/2020) sekitar pukul 17.15 WIB petugas mendapati pelaku melintas di Jalan Raya Adinegoro, Simpang Kalumpang, Kecamatan Koto Tangah. Tim Subdit lV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar yang dipimpin Wadirreskrimsus AKBP Petrus Canisus dan Kasubdit lV Tipidter AKBP Iwan Ariyandhy langsung menghentikan mobil tersebut dan meringkus RM dengan barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 82 botol merkuri.

Kombes Pol Satake Bayu Setianto menyebut pelaku menjual merkuri tersebut dengan harga Rp1.500.000 per botol yang dijual kepada penambang yang digunakan untuk menambang emas. Penangkapan itu juga dilakukan untuk menyikapi banyaknya aksi penambangan liar (illegal mining) di Sumbar.

Menurutnya kedua tersangka dijerat pasal 104 dan 106 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan atau Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 Undang-undang Perlindungan Konsumen berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan tentang Pengawasan Dan Pendistribusian Bahan Berbahaya.

“Kedua tersangka tidak ada saling berkaitan. Namun mereka menjual merkuri tersebut kepada para penambang emas liar. Mereka pesan dari Jakarta kemudian di jual ke Sumbar,” pungkas Kombes Pol Satake Bayu Setianto. (013) 

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018