Account Executive Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumbar Afriman tengah memberi pemaparan materi bagi peserta gathering. (Foto: Yeyen)


Ekonomi

PLN Sumbar: Penyebab Gangguan Listrik Didominasi Pohon dan Hewan

AGAM (SumbarFokus)

Sembilan puluh persen instalasi pln berada di luar, misalnya di lingkungan masyarakat, pergunungan,  ataupun lembah. Dengan keberadaan transmisinya di luar,  risiko gangguan yang dialami menjadi cukup tinggi. Bahkan,  diketahui,  pohon dan hewan menjadi faktor dominan terjadinya gangguan listrik.  

"Bukan bohong-bohongan pln kalau sebatang pohon bisa merusak sistem. Ini perlu disadari masyarakat," ungkap salah seorang pemateri, Hendriansyah,  dalam kegiatan Pers Gathering "PLN Sumbar Sahabat Media" yang digelar PT PLN (Persero)  Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat (Sumbar), di Nuansa Resort Maninjau Kabupaten Agam,  Kamis (8/8/2018). 

Hendriansyah,  yang juga merupakan Manager Efisiensi Mutu Pengujuran Distribusi PLN UIW Sumbar, menyampaikan bahwa selain pohon dan hewan,  bahkan layangan yang tersangkut juga potensial merusak sistem penghantaran listrik ke rumah para pelanggan.  


Sebelumnya, saat membuka kegiatan yang diagendakan berlangsung dua hari ini (8-9/8/2019), Manager Humas PLN UIW Sumbar Remialis juga memberi penekanan bahwa pemangkasan pohon sesuai kebutuhan eksistensi kelistrikan perlu disadari urgensinya oleh masyarakat. Dampak yang diakibat oleh gangguan alam seperti pohon ini bisa merugikan banyak pihak.

Dalam kesempatan itu, dihantarkan pula berbagai materi terkait kelistrikan. Diketahui,  berbagai gangguan bisa ditemukan dalam proses pendistribusian listrik hingga sampai ke pelanggan. Dijelaskan, gangguan bisa bersifat internal dan eksternal.  

Gangguan internal seperti gangguan komponen JTM,  gangguan trafo, gangguan komponen JTR, dan gangguan komponen SR serta Alat Pengukur dan Pembatas (APP) .  Sementara,  gangguan eksternal bisa berupa gangguan pohon,  gangguan  binatang,  layangan tersangkut, dan lainnya. Berdasarkan data yang disajikan PLN UIW Sumbar, penyebab gangguan terbesar adalah pohon, yaitu 35 persen. Sementara,  gangguan hewan sebesar 31 persen. 

Dalam kesempatan yang sama, Account Executive Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW Sumbar Afriman juga memberikan pemaparan, terkait bisnis PLN UIW Sumbar. Afriman juga mengimbau agar masyarakat tidak termakan isu naiknya harga listrik atau mahalnya biaya penyambungan baru di PLN. 

Menurut Afriman,  untuk melakukan penyambungan baru dimulai dari harga Rp421 ribu (untuk 450 VA), hingga sekitar Rp2 juta (untuk 2200 VA).

Sementara,  terkait kegiatan gathering PLN Sumbar sendiri, dikatakan oleh Manager Humas PLN UIW Sumbar bertujuan untuk memperkuat hubungan antara PLN Sumbar dengan insan pers.

"Semua rekan di sini adalah sahabat PLN.  tanpa media,  PLN tidak dikenal oleh masyarakat. Tidak ada berita positif yang bisa didengar masyarakat ramai tanpa peran pers. Melalui pertemuan Kita ini, semoga hubungan bisa terjalin lebih baik lagi, bisa sampaikan informasi-informasi positif kepada seluruh stakeholder dan pelanggan PLN," tutur Remialis,  mengapresiasi kinerja media yang andil dalam membesarkan PLN.  . 

Untuk kegiatan gathering kali ini,  Remialis menyebutkan bahwa PLN UIW Sumbar berbagi ilmu pada insan media dengan cara melihat bisnis PLN secara nyata, langsung ke lapangan. 

"Hari pertama, sifatnya classroom.  Dipaparkan mengenai bagaimana listrik diproses dari hulu sampai ke pelanggan. Hari kedua, Kami ajak kunjungan ke PLTA maninjau dan gardu induk. Jika sempat, akan kunjungi jaringan transmisi juga,  " tutur Remialis.  

Kegiatan gathering sendiri diikuti oleh wartawan yang berasal dari berbagai media di Sumbar.  Hadir dalam kegiatan tersebut,  jajaran tim manajemen Humas PLN UIW Sumbar dan beberapa perwakilan dari bidang lain di PLN UIW Sumbar.  (003)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *