Puluhan peserta bimtek Jitu Pasna berfoto bersama di depan Kantor Walinagari IV Koto Hilie, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Jumat (22/11/2019) (Foto: Miftahul Ilmi)


Bencana

Peserta Bimtek "Jitu Pasna" Kunjungi Nagari "Kaya Bencana" di Pessel

PAINAN (SumbarFokus)

Puluhan peserta bimbingan teknis (bimtek) hitung cepat pengkajian kebutuhan pasca bencana (Jitu Pasna) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengunjungi daerah kaya bencana Nagari lV Koto Hilie Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan, Jumat (22/11/2019).

Pada kegiatan hari ketiga bimtek ini, peserta yang melakukan kunjungan lapangan disambut Walinagari lV Koto Hilie Satria Darma Putra, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pesisir Selatan Erman B, dan perwakilan Pemerintahan Kecamatan Batang Kapas Syawal.

Walinagari lV Koto Hilie Satria Darma Putra mengatakan hampir semua bencana alam ada di Pessel, kecuali gunung meletus.


"Hampir semua bencana ada di sini, seperti banjir, abrasi pantai, tanah longsor, kebakaran lahan, peristiwa Wamena, dan seminggu lalu Pasar Batang Kapas dilalap si jago merah. Bencana gunung meletus saja yang tidak ada di sini karena memang tidak ada gunung," terangnya.

Satria menjelaskan bencana terparah terjadi tahun 2017. Saat itu bencana banjir terjadi tiga kali dalam satu minggu. 

"Pada tahun 2019 ini sekitar 770 hektare lahan pertanian penduduk dua kali gagal panen akibat bendungan jebol. Ditambah lagi tahun ini juga terjadi bencana angin selatan yang mengakibatkan abrasi pantai," jelasnya.

Sementara, Kalaksa BPBD Pesisir Selatan Erman B menyampaikan pemerintah pusat akan berupaya melakukan tanggap darurat terhadap infrastruktur yang rusak akibat bencana.

"Dari sisi infrastruktur, bendungan yang jebol akan kita perbaiki dengan cara tanggap darurat. Teknisnya jika sebelumnya memakai bronjong akan kita ganti dengan batu-batu besar dan alhamdulillah dengan cara itu bendungannya tertahan,” ulasnya.

Di sisi lain, untuk korban abrasi pantai pihaknya meminta bantuan kepada pemerintah pusat dan tim pusat sudah turun ke lapangan melakukan pengecekan. 

“Bantuan akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak abrasi pantai," jelasnya.

Sekadar informasi, Nagari lV Koto Hilie merupakan nagari paling luas di Pesisir Selatan dari 182 nagari yang ada. Jumlah penduduk Nagari lV Koto Hilie tercatat sebanyak 12.000 jiwa. (013)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018