Suasana di BIM, Sabtu (9/5/2030). (Foto: Ist.)


Ekonomi

Penerbangan Domestik di BIM Diperbolehkan Lagi, Ini Syarat Ketatnya


PADANG (SumbarFokus)

Masyarakat yang ingin menggunakan moda transportasi udara kini telah diperbolehkan, akan tetapi syarat yang harus dipenuhi cukup ketat, berdasarkan Surat Edaran Dirjen Udara Kemenhub RI yang ditetapkan Jumat (8/5/2020).

Berdasarkan SE 32 Tahun 2020 tersebut, maka bandara Internasional Minangkabau (BIM) telah bisa beroperasi membuka kembali pelayanan penerbangan domestik dari dan ke BIM mulai hari ini, Sabtu (9/5/2020).

Menurut Humas  Angkasa Pura Cabang BIM Fendrick Sondra, dalam keterangan resmi yang diterima SumbarFokus, pengguna  jasa kebandaraan bisa terbang kalau mengantongi sejumlah dokumen yang ditentukan oleh Protokol COVID-19.


Dijelaskan, setiap penumpang yang terbang dari BIM kata Fendrick Sondra harus memiliki dokumen selain tiket dan KTP atau paspor yaitu: 

1. Surat Keterangan berbadan sehat dan telah mengikuti Rapid Test atau PCR dengan hasil Negatif;

2. Surat tugas yg menyatakan sedang dalam perjalanan dinas;

3. Mengisi formulir dari maskapai; dan

4. Mengisi surat HAC (health alert Card).

Fendrick menegaskan, tanpa dokuken itu maka otoritas bandara tidak mengizinkan penumpang yang bersangkutan terbang.

Kita Peduli!

"BIM, sejak pandemi, sudah menerapkan pemeriksaan selektif ketat kepada setiap penumpang di terminal kedatangan. Kini untuk yang terbang harus punya surat dari rumah sakit terkait pemeriksaan atau rapid test yamg hasilnya menyatakan negatif COVID-19. Kami atau KKP Bandara tidak menyediakan fasilitas rapid test apalagi PCR,” sebutnya. (000)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018