Kegiatan Peningkatan Simulasi Penanggulangan Bencana di Padang, Sabtu (6/4/2019). (Foto: Wahyu)


Bencana

Penanganan Bencana Diharapkan Terpusat

PADANG (SumbarFokus)
Kasubdit Pemantauan dan Darurat Penanganan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jarwansyah, menyebutkan Indonesia memang rawan bencana, tak terkecuali Sumatera Barat (Sumbar).
 
Atas kondisi itu, setiap daerah perlu edukasi dalam penanggulangan bencana. Salah satunya, acuan masyarakat diharapkan dalam format sistem komando atau terpusat, apalagi di saat dalam penanganan darurat bencana.
 
"Penanganan darurat bencana itu harus terpusat, agar jelas alur yang harus dilakukan," kata Jarwansyah dalam Rencana Kontijensi Tsunami Sumbar, Peningkatan Simulasi dan Pelatihan Kebencanaan 2019 di Padang, Sabtu (6/4/2019).
 
Menurutnya, sistem komando ini bisa dilakukan dengan koordinasi antara stakeholder, agar komunikasi bisa berjalan lancar. Apabila, saling berkoordinasi dengan baik, penanganan bencana yang terjadi lebih jelas yang harus dan akan dilakukan.
 

Selain terpusat, setiap posko bencana harus sistemik, yakni dengan pelatihan terpadu, serta berkesinambungan, termasuk bagi lembaga atau instansi. Hal ini dilakukan, agar semua stakeholder yang ada bisa berperan ketika terjadi bencana.

Kemudian, tujuan penanganan dengan terpusat ini, agar semua laporan terkait bencana yang terjadi lebih rinci, dan setiap peloran datanya lebih konkrit. Baik laporan jumlah korban, jumlah kerugian, jumlah barang, dan besaran bencana lebih mudah diketahui.
 
"Misalnya, yang memberikan laporan ke media cukup satu orang saja yang berhak. Jangan semuanya mau menampilkan diri, sehingga masyarakat jadi bingung ketika ada perbedaan data saat menerima informasi" terang Jarwansyah.
 
Sementara pakar gempa Universitas Andalas, Badrul Mustofa menyampaikan, hendaknya setiap keluarga harus punya rencana yang matang, dalam menghadapi bencana. Terutama ketika akan terjadinya gempa, tidak terjadi kepanikan.
 
Hal ini dilakukan, agar setiap keluarga lebih matang dan dewasa dalam berhadapan dengan gempa. Misalnya, sebelum berangkat kerja, terlebih dulu untuk mengingatkan seluruh keluarga, di mana letak kunci, di mana wilayah aman gempa, dan lainnya.
 
"Apabila dalam keluarga saling percaya dan mengedukasi setiap hari, ketika gempa terjadi, masing-masing sudah tahu apa yang harus dilakukan. Apabila, terjadi tsunami, tahu arah dan titik kumpul agar selamat," jelasnya.
 
Juga diingatkan, apabila terjadinya gempa atau tsunami, setiap individu harus menyelamatkan nyawa terlebih dahulu. Upaya ini bisa dilakukan mencari perlindungan, atau mencari kawasan yang jauh dari bencana.
 
"Jangan sampai, ketika gempa gencang, masih sibuk menyelamatkan barang-barang, atau antri di pom bensin untuk modal mengungsi jauh pakai kendaraan, sementara tsunami sudah datang," ujarnya. (005)

Editor :  -

COPYRIGHT © SUMBARFOKUS 2018




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *